Sudah Unggul Jauh, Raymond/Joaquin Ungkap Penyebab Kena Comeback Jagoan Malaysia di Final Indonesia Open 2026

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus mengubur mimpi meraih gelar juara Indonesia Open 2026. Tampil impresif di awal pertandingan, ganda putra muda Indonesia itu justru kehilangan momentum dan akhirnya takluk dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di partai final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 7 Juni 2026.

Raymond/Joaquin sebenarnya berada di atas angin pada sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka tampil agresif sejak awal dan sukses merebut gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13. Permainan cepat dan penuh tekanan membuat pasangan Malaysia kesulitan menemukan ritme terbaiknya.

Baca Juga :
Regenerasi Bulutangkis Indonesia Berjalan, BNI Bangga Raymond/Joaquin Bersinar di Indonesia Open 2026
Ganda Malaysia Mengamuk, Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonesia Open 2026

Dominasi itu bahkan masih berlanjut pada gim kedua. Raymond/Joaquin sempat unggul jauh 14-8 dan terlihat berada di jalur yang tepat menuju gelar juara. Namun situasi berubah drastis setelah lawan mulai menemukan momentum kebangkitan.

Serangkaian kesalahan yang dilakukan pasangan Indonesia membuat Goh/Nur perlahan memangkas ketertinggalan dan membalikkan keadaan. Joaquin mengakui pertandingan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan Raymond.

Menurutnya, mereka sudah mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan, tetapi gagal mempertahankan fokus ketika pertandingan memasuki fase krusial.

"Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan saya rasa kami sudah all out dan menampilkan kemampuan terbaik yang kami punya," ujar Joaquin.

Ia menilai pasangan Malaysia menunjukkan kualitas sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia dengan tetap tenang saat berada dalam tekanan.

"Kami mengontrol pertandingan sejak awal sampai unggul 14-8. Setelah mereka mendapatkan beberapa poin, mungkin mereka melihat kami mulai sedikit bingung. Dari situ mereka mengambil momentum," katanya.

Kekalahan di gim kedua membuat situasi berbalik. Kepercayaan diri pasangan Malaysia meningkat, sementara Raymond/Joaquin justru kesulitan keluar dari tekanan.

Pada gim penentuan, Goh/Nur tampil semakin dominan dan terus memimpin perolehan angka. Raymond/Joaquin tak mampu menemukan kembali permainan terbaiknya hingga akhirnya menyerah 10-21.

Raymond menilai faktor pengalaman menjadi salah satu pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, lawan memiliki jam terbang yang jauh lebih tinggi di turnamen-turnamen besar sehingga mampu memanfaatkan setiap celah yang muncul.

Baca Juga :
Ratu Bulutangkis Dunia Guncang Indonesia Open 2026
Kata-kata Mengharukan Jonatan Christie Usai Kalah di Final Indonesia Open 2026
Gagal Angkat Trofi di Rumah Sendiri, Jonatan Christie Dikalahkan Viktor Lai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiba di Madinah, Jamaah Haji RI Gelombang Kedua: Kami tak Mengira Sedekat Ini ke Masjid Nabawi
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wamendagri Bima Arya: Visi Nasional Berkelanjutan Jadi Kunci Indonesia Emas 2045
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kemarin, penindakan imigrasi hingga penyidikan korupsi BGN
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Reno Salampessy dan Gengsi Persipura Jayapura Bawa Timnas U-19 Tumbangkan Vietnam, Garuda Muda ke Semifinal!
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Bukan Cuma Sarwendah, Adiknya Wendy Lo Kini Juga Terseret Konflik Nafkah Anak Ruben Onsu
• 8 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.