Putra Tri tak mau berpuas diri setelah ukir sejarah panjat tebing

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Atlet Indonesia Putra Tri Ramadani tidak mau cepat berpuas diri setelah berhasil mengukir sejarah menjadi atlet tanah air pertama yang mampu mendapatkan medali emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series.

Pencapaian itu diraih Putra, yang akrab disapa Srondeng, pada seri Praha 2026, Ceko, Senin dini hari WIB.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra, dikutip dari keterangan tertulis PP FPTI yang diterima di Jakarta.

Dia menegaskan, emas tersebut menjadi tambahan motivasi untuk semakin berprestasi guna mengharumkan nama bangsa dan negara.

Baca juga: Raih emas lead, Putra Tri torehkan sejarah di World Climbing Series

Baca juga: Putra Tri Lolos ke final Seri Praha

Pada babak final di Ceko, atlet asal Jawa Timur itu tampil impresif dengan membukukan skor 43 untuk menundukkan para pesaingnya, sekaligus memastikan diri berdiri di podium tertinggi.

Putra menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar penampilannya lebih konsisten dalam kompetisi level dunia, meski berhasil mempersembahkan medali emas yang bersejarah bagi Indonesia,

Dia menyatakan, jalur yang disiapkan pada babak final memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga menuntut fokus serta daya tahan tubuh yang kuat.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," ujar dia.

Putra bersaing dengan tujuh pemanjat elite dunia pada final di Praha yakni Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang. Kemudian Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), serta Jakob Schubert dari Austria.

Suzuki meraih medali perak dengan skor 39, sedangkan Schubert membawa pulang medali perunggu setelah mencetak skor 37.

Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final disiplin lead World Climbing Series Praha 2026

Sebelumnya, pada September 2025, dia sempat menembus final lead putra World Climbing Series Koper, Slovenia. Namun saat itu dia hanya menempati peringkat keenam dengan skor 40+.

Baca juga: Robby enggan berpuas diri hanya karena perak di Madrid

Baca juga: Tim panjat tebing speed evaluasi total meski raih perak di Madrid


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pencuri Kotak Infak Masjid di Yogya Ditangkap, Terekam CCTV Kabur Pakai Motor
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Baik! Menteri PAN-RB Akan Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Media Malaysia Soroti Transformasi Nyata Timnas Indonesia Usai Kalahkan Oman Hingga Konsistensi John Herdman
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Bunda Corla Emosional Bela Ruben Onsu, Singgung Perjuangan Cari Nafkah Sampai Tak Bisa Nikmati Hidup
• 11 jam laluintipseleb.com
thumb
Rekomendasi Drama China yang Dibintangi Idol K-Pop, Ada Jun Seventeen sampai Winwin WayV
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.