Jelang Piala Dunia 2026, Mengenang Johan Cruyff dan Lahirnya Teknik Legendaris Cruyff Turn

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Menjelang Piala Dunia 2026, nama Johan Cruyff masih dikenang sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Bersama pelatih Rinus Michels, ia membawa Belanda tampil memukau di Piala Dunia 1974 melalui filosofi Total Football.

Gaya bermain tersebut membuat seluruh pemain aktif menyerang dan bertahan secara kolektif. Berkat strategi itu, Belanda berhasil melaju hingga partai final dan menjadi sorotan dunia.

Lahirnya Teknik Ikonik Cruyff Turn

Salah satu momen paling bersejarah terjadi saat Belanda menghadapi Swedia di Piala Dunia 1974. Dalam pertandingan tersebut, Cruyff memperagakan gerakan mengecoh lawan yang kemudian dikenal sebagai Cruyff Turn.

Teknik ini dilakukan dengan gerakan memutar badan sambil menarik bola ke arah berlawanan, membuat lawan kehilangan keseimbangan. Meski terlihat sederhana, gerakan tersebut sangat efektif dan hingga kini masih diajarkan di berbagai akademi sepak bola dunia.

Sukses Bersama Ajax dan Barcelona

Sebelum bersinar di Piala Dunia, Cruyff lebih dulu mencatat kesuksesan besar bersama AFC Ajax. Ia membantu klub tersebut meraih tiga gelar Liga Champions Eropa secara beruntun pada 1971, 1972, dan 1973.

Pada 1973, Cruyff bergabung dengan FC Barcelona dan langsung membawa klub tersebut menjuarai Liga Spanyol musim 1973/1974, mengakhiri penantian gelar yang berlangsung selama 14 tahun.

Hampir Juara Dunia Bersama Belanda

Sebagai kapten tim nasional Belanda, Cruyff memimpin De Oranje mencapai final Piala Dunia 1974. Setelah menyingkirkan tim-tim kuat seperti Argentina dan Brasil, Belanda harus mengakui keunggulan tuan rumah West Germany national football team dengan skor 1-2 di partai puncak.

Meski gagal menjadi juara, permainan atraktif Belanda berhasil memikat perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia.

 

Legenda yang Tak Pernah Mengangkat Trofi Piala Dunia

Piala Dunia 1974 menjadi penampilan terakhir Cruyff di putaran final turnamen tersebut. Ia tidak ikut serta pada Piala Dunia 1978 di Argentina karena alasan keluarga dan situasi keamanan saat itu.

Sepanjang karier internasionalnya, Cruyff mencatat 33 gol dari 48 pertandingan bersama Belanda. Meski tidak pernah meraih trofi Piala Dunia, warisan sepak bola yang ditinggalkannya tetap hidup hingga sekarang.

Teknik Cruyff Turn dan filosofi Total Football menjadi bukti bahwa Johan Cruyff bukan sekadar pemain hebat, melainkan sosok yang ikut mengubah perkembangan sepak bola modern. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar Ekspresi Soroti Video Permintaan Maaf Sarwendah, Tidak Tulus?
• 6 menit lalucumicumi.com
thumb
Buntut Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Hilang Percaya Diri, Ivan Gunawan Sebut Sahabatnya Masih Tangisi Anak
• 55 menit lalugrid.id
thumb
Petugas Ungkap Penipuan Daring Libatkan 4 WNA di Semarang, Gunakan Aplikasi Khusus
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Wall Street Tersungkur, Nasdaq Anjlok 4% Dihantam Aksi Jual Saham Cip  
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dompet Menipis, Gaya Hidup Tetap Manis: Fenomena Lipstick Effect di Indonesia
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.