Kandang Ayam Petelur di Kuningan Terbakar, 6.300 Nyawa Melayang

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kebakaran hebat menghanguskan kandang ayam petelur di Dusun Puhun, RT 7 RW 3, Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/6/2016). Akibat peristiwa itu, ribuan ekor bibit ayam petelur mati terbakar api.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pengurus kandang, awalnya api diketahui sudah membakar bagian atap kandang. Bahkan, api meluas ke bagian bawahnya.

Baca Juga
  • Diiming-imingi Paket Murah, Puluhan Pasangan di Bandung Terancam Gagal Nikah Usai Ditipu WO
  • Baru Sampai BIJB Kertajati, 3 Jamaah Haji Asal Cimahi Dilarikan ke Rumah Sakit karena Kelelahan
  • Petaka Isi Bensin dan Tambal Ban Motor, Kios di Bandung Barat Ludes Terbakar
“Karena api muncul dari atas dan tidak adanya sumber air, para pengurus kandang berusaha memadamkan api tersebut dengan alat seadanya,” ujar Andri, Rabu (3/6/2026).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke call center kantor UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan penanganan/pemadaman kebakaran. Petugas damkar yang menerima laporan itu langsung meluncur ke lokasi kejadian. Petugas pun segera melakukan upaya pemadaman.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Setelah api dinyatakan padam, petugas melanjutkannya dengan upaya pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa. “Dari hasil penyelidikan dan berdasarkan keterangan dari para saksi, diketahui penyebab kebakaran dikarenakan percikan mesin oven ayam yang menyambar penutup plastik atap kandang sehingga terjadi kebakaran,” jelasnya. 

Ia menyebutkan, akibat kebakaran itu, 6.300 ekor dari total 6.500 ekor bibit ayam petelur mati terpanggang. Tak hanya itu, bangunan kandang seluas 14 meter x 28 meter dilalap si jago merah.

“Total kerugian diperkirakan Rp120.000.000,” jelasnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakai Skuter Listrik ke Kantor? Jangan Asal, Pastikan Tetap Aman!
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Ramai Isu Ganti Menkeu, Istana Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Mentan Dorong Ekspor Pertanian dan CPO di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
• 3 jam lalumatamata.com
thumb
Tak Hanya Kuliah, Biaya Hidup Cathlyn dan Meivylicha Juga Gratis Selama Beasiswa S1 ke Tiongkok
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gempa M 7,8 Guncang Filipina Selatan, Pesisir Indonesia dan Malaysia Waspada Tsunami | KOMPAS SIANG
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.