HARIAN.FAJAR.CO.ID, SEMARANG — Aktivitas bursa transfer mulai memanas setelah promosi yang diraih Garudayaksa FC ke kasta tertinggi musim 2026/2027. Klub juara Championship 2025/2026 itu mulai melakukan evaluasi besar-besaran terhadap komposisi skuadnya, termasuk melepas sejumlah pemain yang berperan penting dalam perjalanan menuju Indonesia Super League.
Dua pemain asing yang dipastikan berpisah adalah Everton Nascimento de Mendonça dan Vytas Gašpuitis. Keputusan tersebut menjadi sinyal awal bahwa Garudayaksa tengah menyiapkan wajah baru untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di kompetisi kasta tertinggi.
Everton menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan promosi tim. Penyerang asal Brasil itu tampil tajam dengan koleksi 14 gol dari 24 pertandingan sepanjang musim. Pengalamannya di sepak bola Indonesia bersama PSM Makassar dan Bali United membuatnya menjadi figur sentral di lini depan Garudayaksa.
Sementara itu, Vytas Gašpuitis hadir pada putaran kedua kompetisi dan langsung memberikan dampak signifikan di sektor pertahanan. Bek jangkung yang pernah membela Timnas Lithuania tersebut mencatatkan 10 penampilan dan membantu meningkatkan soliditas lini belakang hingga akhirnya Garudayaksa mengunci tiket promosi.
Namun, perombakan skuad diperkirakan belum berhenti sampai di situ.
Sejumlah pemain lokal Garudayaksa kini mulai dikaitkan dengan PSIS Semarang. Rumor tersebut menguat setelah pelatih Widodo Cahyono Putro resmi ditunjuk sebagai nahkoda baru PSIS untuk musim 2026/2027.
Kedatangan Widodo membuka peluang terjadinya reuni dengan beberapa pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam skuad juara Garudayaksa. Nama-nama seperti Agus Nova, Komang Tri, Ray Redondo, hingga Andik Vermansyah mulai ramai disebut sebagai calon rekrutan Mahesa Jenar.
Jika skenario tersebut benar terjadi, PSIS berpotensi mendapatkan keuntungan besar. Selain kualitas individu pemain, mereka juga sudah memahami filosofi permainan Widodo sehingga proses adaptasi diperkirakan berlangsung lebih cepat.
Di sisi lain, Garudayaksa tentu menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Sebagai tim promosi, mereka harus menjaga keseimbangan antara melakukan penyegaran skuad dan mempertahankan kerangka tim yang sukses membawa klub menembus level tertinggi sepak bola Indonesia.
Bursa transfer masih terbuka dan berbagai kemungkinan masih dapat terjadi. Namun satu hal yang mulai terlihat, efek “cuci gudang” di Garudayaksa FC berpotensi menciptakan arus eksodus pemain menuju PSIS Semarang, sekaligus membuka babak baru bagi kedua klub dalam menyambut musim 2026/2027.





