Pemerintah Dorong Gereja Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Keluarga

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Veronica Tan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) menegaskan pentingnya peran gereja, untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui keluarga.

“Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk belajar tentang kasih, keamanan, dan harga diri. Ketika keluarga kuat, maka upaya perlindungan perempuan dan anak dapat dicegah dari akarnya,” ujar Veronica pada keterangan persnya, Senin (8/6/2026).

Wamen PPPA juga mendorong para pendeta dan pemimpin gereja, menghadirkan pelayanan pastoral yang lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi keluarga.

Menurutnya, pelayanan gereja tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu menjangkau kebutuhan nyata masyarakat, termasuk penguatan pengasuhan anak, perlindungan perempuan, dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

“Selama ini, di berbagai kasus yang terjadi, seringkali perempuannya tidak berdaya dan anaknya tidak terlindungi. Banyak yang menganggap perempuan tidak ada value-nya. Namun, ketika kita dikuatkan dalam satu komunitas, hati yang tulus dan empati itulah yang memperkuat kita di manapun kita berada,” katanya.

Veronica juga mendorong penguatan keluarga dengan mengenalkan praktik baik pemberdayaan perempuan melalui kebun pangan lokal perempuan. Program tersebut mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

“Sekitar 800-an gereja dari berbagai denominasi yang ada untuk menjadikan keluarga (ekklesia domestika) sebagai alat utama. Saya ingin keluarga menjadi wadah utama untuk memberikan mimpi yang sama dan perlindungan nyata kepada anak-anak mereka,” ujarnya.

Secara nasional, Kementerian PPPA kerap menegaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan, khususnya kekerasan seksual harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak secara terintegrasi.

Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan memerlukan keterhubungan dengan layanan kesehatan, pekerja sosial, lembaga psikologi, hingga lembaga perlindungan anak.

“Kita harus bersama-sama membangun sistem yang lebih kuat, menyediakan layanan yang mudah diakses dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Inilah mengapa kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan kita bersama,” ujarnya.(lea/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Temukan Indikasi Paspor Diduga Milik Jemaah Haji Berserakan di Serpong Tangsel
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Rekrutmen PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Kemensos, 5.127 Formasi Tersedia
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tips Keramas yang Tepat untuk Rambut Mudah Lepek
• 35 menit lalubeautynesia.id
thumb
Profil Ruben Dias, Pilar Timnas Portugal yang Jadi Idola Baru di Piala Dunia 2026
• 9 jam lalugrid.id
thumb
TPS3R Seminyak Olah 11 Ton Sampah Plastik, Jadi Contoh Penanganan Sampah Pesisir
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.