Pertanyaan Seputar Mobil Hybrid yang Bikin Konsumen Masih Ragu!

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Masih sering ada pertanyaan dari calon pembeli mobil hybrid soal keamanan dan cara penggunaannya. Padahal dari sisi fakta, mobil dengan sistem penggerak yang fleksibel ini (mesin ICE dan EV), bisa dibilang jadi favorit baru masyarakat Indonesia. 
 
Di Toyota, New Veloz Hybrid EV langsung mencuri perhatian masyarakat yang ingin memiliki mobil keluarga yang irit bensin dan rendah emisi. Salah satu keunggulan utamanya adalah harga terjangkau yang membuat banyak orang terpikat. 
 
Namun ada beberapa pertanyaan soal keamanan dan efektifitasnya digunakan sebagai kendaraan harian. Mulai dari daya tahan baterainya, sistemnya, perawatannya. Dilansir dari Auto2000, berikut beberapa keraguan pembeli soal mobil hybrid.  1. Belum Tahu Mobil Hybrid Tidak Perlu Di-charge Banyak pelanggan masih mengira semua mobil hybrid harus isi ulang listrik seperti mobil listrik. Padahal, mobil seperti Veloz Hybrid EV tidak perlu di-charge karena menggunakan sistem self-charging. Baterai akan terisi otomatis saat mobil berjalan dan pengereman, jadi pengguna cukup isi bensin tanpa mengubah kebiasaan. Baca Juga:
Apa Saja Keuntungan Memiliki SIM Digital? 2. Ragu Akan Daya Tahan Baterai Hybrid Bagaimana jika rusak? Tidak perlu ragu, baterai hybrid Toyota sudah teruji dan memiliki garansi lama, serta dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Perawatannya juga tidak jauh berbeda dari mobil biasa, sehingga tidak perlu khawatir dari sisi biaya.  3. Takut Kesetrum Beberapa pelanggan khawatir soal risiko kesetrum karena ada sistem listrik tegangan tinggi. Sebagai informasi, semua komponen hybrid sudah dirancang dengan standar keamanan tinggi, serta menggunakan sistem isolasi dan pengaman berlapis.

Selain itu, sistem akan otomatis memutus aliran listrik jika terjadi kondisi tidak normal atau saat mobil tidak aktif. Jadi dalam penggunaan sehari-hari, terbilang aman dan minim risiko yang membahayakan. 4. Bingung Pemilihan Oktan Bensin Pemilihan oktan bensin sebaiknya sesuai dengan rekomendasi pabrikan pada buku manual penggunaan. Jika pelanggan ingin menggunakan BBM oktan lebih rendah karena pertimbangan biaya, memang secara teknis masih tetap bisa membuat kendaraan berjalan, tetapi berpotensi menimbullkan kendala jangka pendek maupun panjang. Baca Juga:
Siap-Siap, Harga Wuling Eksion Bakalan Segera Naik 5. Benarkah Veloz Hybrid EV Irit Bensin? Keiritan BBM menjadi salah satu perhatian utama dan sering jadi alasan awal ketertarikan. Namun bukan satu-satunya faktor penentu karena tergantung skenario dan gaya berkendara di jalan. Tapi akan jauh lebih irit ketimbang mobil bensin dengan kapasitas mesin yang sama. 6. Mempertanyakan Urusan Perawatan Dari sisi pengguna, tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan. Yang penting, pelanggan rutin servis bekala sesuai jadwal servis berkala dengan memanfaatkan layanan T-CARE maksimal setiap 6 bulan dan tidak mengabaikan indikator peringatan di dashboard, sehingga semua komponen termasuk sistem hybrid tetap terjaga dengan baik dan bekerja secara optimal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah ke Rp18.107 per Dolar AS Tertekan Eskalasi Konflik Baru di Timur Tengah
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Kasus Ijazah Jokowi Jadi Berkah Buat Prabowo
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rincian Tarif Listrik PLN 12-18 Juni 2026 untuk Semua Golongan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov DKI Rutin Gelar CFD Rasuna Said untuk Kurangi Polusi
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Martin Odegaard Selamatkan Norwegia dari Kekalahan Saat Ditahan Imbang Maroko 1-1
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.