BMKG Ungkap Alasan Gempa 7,7 M di Filipina Berpotensi Tsunami hingga Kaltim

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6), berpotensi memicu tsunami hingga ke wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan gempa tersebut memenuhi sejumlah syarat utama pembangkit tsunami.

"Karena memenuhi syarat terjadinya tsunami. Pertama adalah gempanya di laut, kedua kekuatannya besar 7,7 dan kedalamannya dangkal," kata Rasmid.

Menurut dia, potensi tsunami semakin besar karena mekanisme sumber gempa berupa patahan naik (thrust fault) yang menyebabkan dasar laut terdorong ke atas.

"Tipe patahan di dasar lautnya adalah thrusting. Jadi ada perubahan kulit bumi, ada volume air laut yang didesak ke atas sehingga menyebabkan tsunami," ujarnya.

BMKG mencatat gempa di Filipina terjadi pukul 06.37 WIB dengan episenter di laut pada koordinat 5,80 LU dan 125,14 BT atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng dan memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan tsunami berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Status Siaga diberikan untuk beberapa wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah. Sementara status Waspada berlaku di Bulungan, Nunukan, Tarakan, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.

6 Kali Gempa Susulan

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid mengatakan dari proses pemantauan berlangsung, BMKG telah mencatat terjadi sejumlah gempa susulan dengan magnitudo cukup signifikan.

"Kalau tidak salah sampai saat ini sudah 6 kali gempa dan kekuatannya juga lumayan, di atas 5," ujarnya.

Sementara itu, BMKG pusat dalam laporan resminya mencatat hingga pukul 07.00 WIB telah terjadi sedikitnya satu gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 6,7.

BMKG juga telah menyatakan peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia berakhir.

Adapun sejumlah rumah dan bangunan di beberapa wilayah di Sulawesi Utara dilaporkan rusak parah imbas gempa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skandal Korupsi MBG Potensi Bikin APBN Tekor: Bagaimana Nasib Janji Kenaikan Gaji Pensiunan PNS dan Tes CPNS 2026
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Jamu Pairing Resmi Dikenalkan, Disebut Bisa Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tangis Nanik S Deyang Pecah Usai Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Agustina Arumsari dan Trenggono Resmi Dilantik jadi Wakil Kepala BGN
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.