Jejak Langka Saudara Kandung Pencetak Gol di Piala Dunia

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di panggung sepak bola sebesar Piala Dunia FIFA, mencetak sebuah gol adalah impian tertinggi bagi setiap pesepak bola. Namun, mengukir namanya di papan skor bersama dengan saudara kandung sendiri adalah catatan sejarah yang sangat langka.

Sepanjang lebih dari sembilan dekade bergulirnya turnamen terakbar ini, tercatat hanya ada empat pasangan saudara kandung yang mampu sama-sama mencetak gol di putaran final Piala Dunia.

Pasangan legendaris Jerman Barat, Ottmar Walter dan Fritz Walter, menjadi pionir yang membuka lembaran sejarah unik ini. Keduanya tampil fenomenal pada Piala Dunia 1954 di Swiss.

Tidak tanggung-tanggung, duet Walter bersaudara ini total mengemas tujuh gol sepanjang turnamen—dengan Fritz mencetak 3 gol dan Ottmar membukukan 4 gol.

Kontribusi subur kakak-beradik ini menjadi pilar penting di balik keberhasilan Jerman Barat merengkuh gelar juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang dikenal lewat momen ikonik "The Miracle of Bern".

Tradisi kehebatan saudara kandung ini kemudian berlanjut ke daratan Eropa lainnya melalui duo kembar asal Belanda, Willy dan Rene van de Kerkhof.

Keduanya merupakan bagian dari generasi emas Total Football De Oranje yang sukses menembus babak final berturut-turut pada edisi 1974 dan 1978.

Meski harus puas berstatus sebagai runner-up dalam dua edisi tersebut, Willy dan Rene berhasil mengukir tinta emas personal saat keduanya kompak sama-sama mencetak gol pada Piala Dunia 1978 di Argentina.

Cerita yang tidak kalah unik datang dari tanah Brasil melalui pasangan legendaris Socrates dan Rai. Meski terpisah jarak generasi, keduanya sama-sama mencetak gol dengan skenario yang luar biasa mirip.

Baik Socrates maupun Rai sukses mencetak gol pada laga debut mereka di Piala Dunia saat menyandang ban kapten Tim Samba.

Kebetulan yang luar biasa tidak berhenti di situ; keduanya sama-sama mencetak gol melalui eksekusi penalti di babak kedua, dan uniknya, gol tersebut dilesakkan ke gawang negara yang sama (sebelum dan sesudah pecah kongsi), yakni Uni Soviet pada Piala Dunia 1982 dan Rusia pada edisi 1994.

Sementara itu, dinasti bersaudara terakhir yang berhasil mencatatkan nama mereka di papan skor Piala Dunia adalah duo maestro Denmark, Michael dan Brian Laudrup.

Sang kakak, Michael Laudrup, membukukan gol pertamanya pada debut manis Denmark di Piala Dunia 1986 Meksiko dan menambah satu gol lagi di Prancis 1998.

Di edisi Prancis 1998 itulah, sang adik, Brian Laudrup, menyamai catatan sang kakak dengan melesakkan dua gol, sebelum langkah Tim Dinamit akhirnya dihentikan Brasil di babak perempat final.

Kendati mencetak gol bersama saudara kandung adalah prestasi yang megah, sejarah mencatat bahwa memenangkan trofi emas Piala Dunia bersama-sama jauh lebih sulit.

Hingga saat ini, baru ada dua pasang saudara kandung yang berhasil mengangkat trofi paling bergengsi di dunia tersebut.

Mereka adalah keluarga Walter dari Jerman Barat pada edisi 1954, serta pasangan pahlawan lini belakang Inggris pada edisi 1966, Jack Charlton dan Bobby Charlton. Catatan elit yang membuktikan bahwa bakat hebat terkadang memang mengalir deras dalam satu ikatan darah.

Sumber: FIFA


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perseteruan dengan Sarwendah Semakin Kemana-mana, Ruben Onsu: Ya Allah, Ampunilah Dosaku
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pria Sumenep Tipu Warga Modus Loloskan Jadi Polisi-PNS, Korban Rugi Rp 600 Juta
• 16 jam laludetik.com
thumb
Wall Street Anjlok, Didorong Kekhawatiran Suku Bunga-Saham Teknologi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar Bergejolak, Intip Peluang dari Saham Dividen Favorit
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Timnas Indonesia U-19 Sukses Gebuk Vietnam di Piala AFF U-19 2026, Ketua PSSI: Perjuangan Belum Selesai
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.