27 rumah dan dua gereja di Sulawesi Utara rusak akibat gempa

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 27 rumah warga dan dua gereja di Provinsi Sulawesi Utara rusak akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Senin pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan data sementara hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan dampak gempa terhadap kerusakan rumah tersebut tersebar di dua wilayah kepulauan.

"Ada sebanyak 27 kepala keluarga (KK) terdampak, yang terdiri dari 20 KK di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan tujuh KK di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain itu, tercatat kerusakan pada 27 unit rumah di dua wilayah tersebut," kata dia.

Guncangan gempa juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur publik di Kabupaten Minahasa Utara, meliputi dua bangunan gereja, satu gedung GMIM 76, satu sekolah, dan satu rumah dinas guru.

Ia menjelaskan guncangan gempa kuat berdurasi 3 hingga 4 detik sempat memicu kepanikan warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya di Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, dan Tahuna Barat.

Baca juga: BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa Laut Sulawesi

Di Kecamatan Rainis, Kabupaten di Kepulauan Talaud, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kota Manado, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas lemah hingga sedang selama 2-4 detik.

Abdul menegaskan seluruh data dampak pemutakhiran ini masih bersifat sementara. Tim reaksi cepat BPBD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih bersiaga di lapangan untuk melanjutkan proses asesmen secara menyeluruh.

Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir dan masyarakat pesisir dipastikan aman dari ancaman gelombang laut, BNPB tetap mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya struktural bangunan akibat gempa susulan.

"Warga yang rumahnya terdampak kerusakan diharapkan tetap berhati-hati dan melaporkan kondisi bangunan yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, mengabaikan informasi spekulatif yang belum terverifikasi kebenarannya, serta selalu merujuk pada pemutakhiran data berkala dari saluran komunikasi resmi milik BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah setempat.



Baca juga: Dampak gempa Mindanao: Dua rumah di Kepulauan Sangihe rusak ringan

Baca juga: BMKG sebut terjadi 20 gempa susulan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mourinho Sudah Mulai Bikin Panas, Minta Bajak Target Barcelona, ​​Bernardo Silva
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Daya Beli Warga
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ariana Grande Comeback Usai 7 Tahun Hiatus Lewat Eternal Sunshine Tour
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Berikan Potongan Harga Tiket Kereta 30 Persen Selama Libur Sekolah | JURNAL NUSANTARA
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Bos Buruh Said Iqbal Resmi Jabat Penasihat Khusus Presiden Prabowo
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.