Bahlil Sebut Pemerintah Bisa Langsung Impor Crude, BBM, hingga LPG Lewat Lemigas

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bahlil menyebut Lemigas nantinya menjadi penyambung dari kontrak pembelian minyak Indonesia dengan Rusia, dari hasil lawatan Presiden beberapa waktu lalu. 

Bahlil Sebut Pemerintah Bisa Langsung Impor Crude, BBM, hingga LPG Lewat Lemigas. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penunjukan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas sebagai BLU (Badan Layanan Umum) impor BBM bertujuan untuk memutus mata rantai dan mempercepat proses pengadaan minyak dan gas. 

Bahlil mengatakan ketika presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke sebuah negara dan sekaligus terdapat potensi untuk membeli minyak, maka bisa segera dilakukan lewat BLU Lemigas. 

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas KKKS di 2026

"Tujuannya agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi. Itu bisa G-to-G, kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain, terkait dengan crude, itu bisa langsung G-to-G dan ditindaklanjuti lewat G-to-B lewat negara gitu ya," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).

Melalui Peraturan Presdien (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme tata niaga impor minyak mentah (crude oil) nasional, Lemigas bisa melakukan impor untuk crude, BBM, ataupun LPG. 

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026 Meski Harga Minyak Fluktuasi

"Karena arahan Presiden lewat perpres itu bahwa impor sektor energi yang meliputi crude, BBM, ataupun LPG apalah macamnya, itu diharapkan agar bisa juga dikelola oleh BLU dalam hal ini Lemigas," tambahnya. 

Bahlil mencontohkan Lemigas nantinya menjadi penyambung dari kontrak pembelian minyak Indonesia dengan Rusia, dari hasil lawatan Presiden beberapa waktu lalu. 

Baca Juga:
Tawarkan Ratusan Lapangan Migas ke Pengusaha Daerah, Bahlil: Kontraktor Jangan Orang Jakarta Semua

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kewenangan Lemigas untuk melakukan impotasi ini dalam rangka mengamankan pasokan di dalam negeri. Sebab PT Pertamina (Persero) terbatas dalam pengadaan impor BBM dari beberapa negara dikarenakan obligasi internasional yang saat ini dimiliki.

Sehingga perlu memastikan aktivitas perdagangan yang dilakukan perseroan tidak menabrak klausul kontrak kepatuhan finansial global. 

Yuliot mengatakan Lemigas tidak hanya sekedar melakukan impor minyak dari Rusia, seperti diskusi yang sempat berjalan antara Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, namun juga merambah ke beberapa negara seperti Nigeria hingga Angola. 

"Itu pengadaan impor, ini bisa saja, kan pembicaraan dengan Rusia antar Presdien sudah berjalan. Kemudian kita juga impor bisa dari negara lain, Nigeria, Angola dan beberapa negara lain supaya geraknya cepat," kata Laode. 

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Bocah 11 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sragen, Sempat Dikira Sakit
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Tertekan ke Rp 18.152 per Dolar AS, Ini Deretan Biang Kerok Pelemahan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Serang Balik Iran dengan Rudal Balistik, AS Klaim Tak Terlibat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Amankan 30 Ekor Anjing Pemburu dari Lokasi Tewasnya Bocah di Bogor
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Gelar RUPS Luar Biasa, Darmawan Prasodjo Tetap Dipercaya Pimpin PLN
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.