JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengakui bahwa salah satu kelemahan pelayanan penyelenggaraan haji 2026 yakni ketika jemaah haji berada di Mina.
Menurut Gus Irfan, luas area Mina yang lebih kecil dari Arafah menyebabkan adanya penumpukan jemaah haji di sana.
Luas Mina sekitar 8-9 kilometer persegi, sedangkan Arafah dua kali lipatnya, yakni 17 kilometer persegi.
"Memang kita akui salah satu titik kelemahan kita kemarin adalah di Mina karena memang seluruh jemaah dari seluruh dunia bertumpuk di Mina," ujar Gus Irfan, dalam konferensi pers Kedatangan Amirul Hajj di Gedung VIP Room T3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Fase Puncak Haji Rampung, Layanan di Mina Jadi Evaluasi
Pelayanan di Mina itu sampai disorot oleh Amirul Hajj yang meminta adanya peningkatan pada pelaksanaan haji tahun depan.
"Yang bisa digunakan karena sebagian gunung batu tidak lebih dari 5 km persegi, sehingga ada pemampatan (penumpukan) dari jumlah jemaah," tutur dia.
Selain di Mina, Amirul Hajj juga menyoroti ketepatan waktu transportasi pra dan pasca Armuzna yang masih ada keterlambatan di beberapa titik.
"Memang pemberangkatan jemaah dari Mekkah ke Arafah sudah sesuai dengan harapan kita, tapi ada beberapa titik yang sedikit terlambat dari jadwal kita," kata dia.
Baca juga: Jemaah Haji Mulai Bergerak dari Mina Menuju Hotel di Mekkah
Meski begitu, Menhaj mengatakan, seluruh jemaah haji telah berhasil bergeser dari Muzdalifah sesuai target.
"Pergeseran dari Arafah ke Muzdalifah sampai Muzdalifah ke Mina juga ada beberapa titik-titik yang di luar perkiraan kita, tapi semuanya masih terakhir Muzdalifah itu jam 7 pagi sudah bersih sehingga tidak ada yang harus berpanas-panas di Muzdalifah," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang