Pendangkalan Muara Kali Adem Jakut Bikin Nelayan Sulit Merapat ke Dermaga

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendangkalan muara di kawasan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, kerap menyulitkan nelayan saat kembali dari melaut.

Kondisi itu bahkan membuat sejumlah nelayan harus menunggu hingga malam hari atau dijemput rekan sesama nelayan karena kapal mereka kandas sebelum mencapai dermaga.

Yudi (bukan nama sebenarnya), salah seorang nelayan, mengatakan kondisi tersebut sudah beberapa kali dialami oleh rekan-rekannya.

Baca juga: Muara Terus Dangkal, Nelayan Kali Adem Jakut Patungan Sewa Alat Berat untuk Pengerukan

"Temen saya nih biasa kalau air kali kenceng enggak bisa pulang tuh, sampai dijemput sama pakai perahu. 'Temen enggak bisa pulang', dijemput," ujar dia saat ditemui Kompas.com, Senin (8/6/2026).

Menurut Yudi, sebagian nelayan terpaksa menunggu hingga air pasang sebelum bisa melanjutkan perjalanan menuju daratan.

"Baru mereka pada bisa pulang. Ya paling nanti sekitar pukul 20.00 atau 21.00 malam," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendangkalan terjadi di jalur keluar-masuk kapal nelayan dan semakin parah saat musim hujan.

Baca juga: Warga Usul Pengerukan Kali Adem untuk Atasi Kepadatan Kapal di Muara Angke

Saat itu, arus sungai yang deras membawa lumpur dan sampah dari wilayah hulu hingga mengendap di kawasan muara.

"Soalnya kalau air kalinya kencang, musim hujan, Bogor (kiriman air) kencang, cepet dangkalnya. Karena dari atas bawa lumpur. Lumpur ya sampah," jelas dia.

Selain menghambat perjalanan nelayan, muara yang dangkal juga berisiko merusak kapal. Menurut Yudi, baling-baling kapal kerap terbentur dasar perairan atau tersangkut sampah yang mengendap di jalur pelayaran.

"Temen saya itu mah ampun dah. Kipasnya patah, baling-balingnya," ungkap Yudi.

Keluhan serupa disampaikan Ano (45), nelayan lainnya di Kali Adem.

Ia menilai pendangkalan membuat aliran air di muara semakin lambat sehingga lumpur dan sampah lebih mudah mengendap.

Baca juga: Banjir Rob di Muara Angke Ganggu Akses ke Pelabuhan Kali Adem

"Kalau di sananya (muara) kandas, ya air makin lambat. Makin lambat di kali sini kan gudangnya sampah nih ibaratnya. Ya jadi lambatnya air, sampah pada nyangkut di situ," ucap Ano kepada Kompas.com, Senin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Karena itu, Ano berharap pengerukan muara dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya pada titik-titik tertentu agar hasilnya lebih bertahan lama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perbedaan Instagram Sarwendah Sebelum dan Sesudah Video Permintaan Maaf, Ada yang Mendadak Hilang!
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Said Iqbal Bicara Demo Buruh Usai Dilantik Jadi Penasihat Presiden
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Rano Karno: Menuju 5 Abad, Jakarta Hidup Karena Tangguh
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Trenggono Resmi Mundur dari TNI Usai Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.