Manajemen Tempat Hiburan Malam di Karawang Minta Maaf soal Dugaan Pesta Gay

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pihak manajemen Karawang Theatre Night Mart menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video yang menampilkan dugaan pesta gay di tempat mereka.

Permohonan maaf itu disampaikan Manajer Operasional Karawang Theatre Night Mart, Tommy Wijaya, usai memberikan klarifikasi di Kantor Satpol PP Karawang pada Senin (8/6) siang.

"Saya sebagai manajer operasional menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ke depannya saya yakin kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi. Terima kasih semuanya," ungkapnya.

Menurut Tommy, pihak manajemen tidak pernah mendukung aktivitas tersebut dan telah menjalankan SOP yang berlaku.

Bahkan saat kejadian, ia mengeklaim petugas keamanan yang memergoki hal itu sempat menegur para pengunjung tersebut dan meminta mereka meninggalkan tempat.

“Dari pihak kami, petugas keamanan sebenarnya sudah mengetahui. Mereka sudah memberikan teguran dan meminta yang bersangkutan untuk pulang. Namun, soal video yang viral, kami baru mengetahuinya keesokan hari,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap pengunjung yang datang wajib melalui pemeriksaan identitas. Pihaknya juga menerapkan pembatasan usia masuk serta melakukan pengawasan di dalam area tempat hiburan.

“Dari awal masuk kami sudah melakukan pengecekan KTP. Pengunjung di bawah usia 20 tahun tidak diperbolehkan masuk. Selain itu, di dalam juga selalu ada petugas keamanan yang berkeliling untuk melakukan pengawasan serta mencegah tindakan yang menyimpang maupun tindak pencurian,” ujarnya.

Memperketat Pengawasan

Terkait langkah ke depan, Tommy menegaskan manajemen akan memperketat pengawasan dan menolak segala bentuk aktivitas yang dianggap melanggar aturan yang berlaku.

“Kami akan memperketat pengawasan agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Kami tidak mendukung aktivitas seperti itu dan sudah memasang roll banner serta menayangkan video pada layar informasi yang menyatakan bahwa kami tidak mendukung kegiatan tersebut,” ucapnya.

Sebab, lanjut dia, pengunjung Karawang Theatre Night Mart tidak hanya berasal dari Karawang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

“Pengunjung dari luar Karawang juga cukup banyak. Dari berbagai daerah di Jawa Barat juga ada. Namun yang paling dekat biasanya dari Cikampek atau wilayah sekitar Karawang,” katanya.

Saat disinggung soal kemungkinan sanksi dari pemerintah daerah, termasuk opsi penutupan sementara tempat usaha, Tommy enggan berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.

“Saya no comment untuk masalah itu. Biar nanti pihak yang berwenang yang menangani hal tersebut,” pungkasnya.

Video Viral

Dugaan pesta gay itu mencuat setelah viral sebuah video pendek memperlihatkan sejumlah pria muda tampak bermesraan dengan sesama jenisnya.

Sementara itu, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas dan segera memberikan surat teguran kepada pengelola tempat usaha yang diduga menjadi lokasi pesta gay.

“Saya nggak mau neko-neko. Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk tegas. Berikan surat teguran. Kalau masih seperti itu, tidak menutup kemungkinan saya meminta izin usaha itu dicabut,” kata Aep di Plaza Pemda Karawang, Senin (8/6).

Karawang Theatre Night Mart yang berkonsep live bar ini beroperasi pada awal 2026. Pendiriannya sempat ditolak ormas Islam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan April 2026 Ditopang Sektor Nonmigas 3,53 miliar
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dorong Stabilitas Rupiah, BADKO HMI Jatim Harapkan Optimalisasi Peran Bank Indonesia
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Nvidia Gandeng LG Kembangkan Robot Humanoid dan Pusat Data AI
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Kata PDIP Soal Tuntutan BEM SI Ultimatum 18 Hari Pemerintah Terkait Pelemahan Rupiah
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Final Indonesia Open 2026: Raymond/Joaquin Kalah, 5 Tahun Tuan Rumah Tanpa Gelar
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.