Serang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyatakan rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Polres Serang di Kampung Sadea, Desa Pasirbuyut, Kabupaten Serang, telah menghadirkan kemudahan mobilitas dan akses perekonomian bagi warga setempat.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Senin, mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah rampung 100 persen ini merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi untuk memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
"Jembatan Merah Putih Presisi ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol hadirnya negara melalui Polri untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata Maruli.
Baca juga: Pangdam XIV: Jembatan Merah Putih bukti kepedulian negara
Lebih lanjut, Maruli menjelaskan bahwa pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam mendukung kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.
Ia berharap kehadiran jembatan itu dapat mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak, memperlancar jalur distribusi pertanian, serta meningkatkan aspek keselamatan warga dalam beraktivitas.
Sebelum jembatan tersebut berdiri kokoh, warga Kampung Sadea di RT 011/005 kerap menghadapi kendala aksesibilitas. Kesulitan akses tersebut dirasakan langsung oleh para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah hingga petani yang kesulitan mengangkut hasil panen mereka.
Baca juga: Kapolri resmikan 57 Jembatan Merah Putih di Sumsel guna permudah akses
Keberhasilan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara jajaran Polres Serang, pemerintah desa, dan tingginya semangat gotong royong masyarakat setempat hingga proyek tuntas sesuai target.
"Kini, rampungnya jembatan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh warga. Kehadiran fasilitas umum ini dinilai memberikan dampak positif yang signifikan dalam memperlancar perputaran roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat pedesaan," ujarnya.
Melalui semangat kebersamaan ini, jembatan tersebut diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi simbol sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Serang yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Baca juga: Jembatan Presisi Polri dinilai bantu akses sekolah dan pertanian desa
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Senin, mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah rampung 100 persen ini merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi untuk memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
"Jembatan Merah Putih Presisi ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol hadirnya negara melalui Polri untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata Maruli.
Baca juga: Pangdam XIV: Jembatan Merah Putih bukti kepedulian negara
Lebih lanjut, Maruli menjelaskan bahwa pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam mendukung kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.
Ia berharap kehadiran jembatan itu dapat mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak, memperlancar jalur distribusi pertanian, serta meningkatkan aspek keselamatan warga dalam beraktivitas.
Sebelum jembatan tersebut berdiri kokoh, warga Kampung Sadea di RT 011/005 kerap menghadapi kendala aksesibilitas. Kesulitan akses tersebut dirasakan langsung oleh para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah hingga petani yang kesulitan mengangkut hasil panen mereka.
Baca juga: Kapolri resmikan 57 Jembatan Merah Putih di Sumsel guna permudah akses
Keberhasilan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara jajaran Polres Serang, pemerintah desa, dan tingginya semangat gotong royong masyarakat setempat hingga proyek tuntas sesuai target.
"Kini, rampungnya jembatan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh warga. Kehadiran fasilitas umum ini dinilai memberikan dampak positif yang signifikan dalam memperlancar perputaran roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat pedesaan," ujarnya.
Melalui semangat kebersamaan ini, jembatan tersebut diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi simbol sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Serang yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Baca juga: Jembatan Presisi Polri dinilai bantu akses sekolah dan pertanian desa




