Terkini, Bitung – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh fasilitas operasional utama tetap dalam kondisi aman dan berfungsi normal pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) pagi.
Sebagai respons cepat terhadap situasi darurat, Pertamina langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat guna memastikan keselamatan pekerja, mitra kerja, serta keandalan sarana distribusi energi di wilayah terdampak.
Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Setelah getaran gempa mereda, tim segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas operasional.
“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas operasional. Hasil pengecekan menunjukkan fasilitas utama Integrated Terminal Bitung dalam kondisi aman dan siap mendukung penyaluran energi kepada masyarakat,” ujar Arman.
Sebagai bagian dari prosedur mitigasi, seluruh pekerja dan mitra kerja sempat diarahkan menuju titik kumpul atau master point.
Tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE), Security, dan Reliability Station juga melakukan patroli serta pemeriksaan fasilitas dan jalur pipa guna memastikan tidak ada kerusakan yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun operasional.
Pertamina juga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan dengan melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Sementara itu, operasional Fuel Terminal Tahuna untuk sementara dihentikan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi tsunami, sesuai arahan pemerintah daerah, BPBD, dan otoritas terkait setempat.
Arman menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan fasilitas Fuel Terminal Tahuna berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan yang memengaruhi keandalan infrastruktur distribusi energi.
“Operasional Fuel Terminal Tahuna akan kembali dijalankan setelah terdapat informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang yang menyatakan kondisi telah aman untuk beroperasi,” jelasnya.
Di sisi lain, fasilitas operasional Pertamina lainnya seperti Integrated Terminal Bitung, Integrated Terminal Gorontalo, serta Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi telah diperiksa secara menyeluruh dan dipastikan aman sehingga tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Arman menegaskan Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan para pemangku kepentingan guna memastikan setiap langkah penanganan berjalan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, serta stakeholder terkait untuk memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan perkembangan kondisi di lapangan. Seluruh fasilitas operasional kami terus dipantau secara ketat. Ketersediaan energi bagi masyarakat tetap menjadi perhatian kami dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.
“Pertamina menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi. Kami berharap kondisi segera membaik dan masyarakat dapat tetap menjaga keselamatan dengan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah dan instansi yang berwenang,” kata Lilik.
Ia menambahkan, Pertamina akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapan infrastruktur energi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah terkait perkembangan kondisi kebencanaan.




