Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan Perum Bulog serta distributor resmi lainnya untuk memastikan pasokan Minyakita tetap aman dan mudah dijangkau masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan oleh pemerintah karena dalam beberapa bulan terakhir stok Minyakita dilaporkan terbatas di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur, sebelum Bulog menambah pasokan 900 ribu liter minyak goreng rakyat itu pada awal Mei 2026 lalu.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan ketersediaan Minyakita di pasaran senantiasa menjadi fokus utama pihaknya. Sebab, komoditas tersebut merupakan bahan pokok yang sentral bagi masyarakat dan selalu berdampak pada tingkat inflasi daerah.
Oleh sebab itu, dirinya menegaskan bahwa jajaran Pemprov Jatim akan senantiasa melakukan pemantauan rutin di lapangan guna memeriksa stok dan menjamin rantai pasok distribusi Minyakita tersebut hingga ke tingkat konsumen.
"Kita ingin pastikan bahwa proses distribusi berbagai kebutuhan pokok utamanya Minyakita bisa lancar. Kita selalu update data di pasar, mana yang mengalami kenaikan dan perlu intervensi untuk menekan inflasi," ucap Khofifah, Senin (8/6/2026).
Pemprov Jatim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan senantiasa melakukan koordinasi secara intensif bersama para pemangku kepentingan terkait supaya potensi kelangkaan ataupun gangguan pasokan komoditas tersebut dapat diantisipasi secara baik dan komprehensif.
Baca Juga
- Minyakita Tak Lagi Disalurkan untuk Bantuan Pangan
- Bansos Beras & Minyak Goreng Juni 2026 Masih Tersedia, Cek Syarat & Cara Dapatnya
- HET Minyakita Segera Naik
"Koordinasi intensif kami lakukan, baik dengan Bulog maupun pemasok resmi lainnya. Hal tersebut guna mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu terjadinya inflasi," jelasnya.
Oleh sebab itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI tersebut menegaskan bahwa segenap jajarannya akan secara rutin melakukan pengamatan terkait kebutuhan masyarakat terhadap Minyakita agar distribusi tetap berjalan dengan baik dan harga jual tetap terjaga sesuai harga eceran tertinggi (HET).
"Bagaimana kita melihat antara kebutuhan masyarakat dengan kelancaran supply. Inilah pentingnya pemantauan secara berkala," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jatim Langgeng Wisnu Adinugroho menyebut stok Minyakita yang dikuasai pihaknya hingga pertengahan Mei lalu tercatat berada pada kuantitas 457.000 liter. Namun, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan pengiriman pasokan dari distributor.
"Stok minyak goreng pelan-pelan mulai merangkak naik dari posisi sebelumnya di angka 300.000-an liter. Kami juga telah mengamankan komitmen tambahan pasokan sebesar 900.000 liter yang akan masuk secara bertahap sepanjang Mei 2026," ungkap Langgeng, Senin (18/5/2026).
Langgeng menjelaskan pihaknya saat ini memfokuskan penyaluran Minyakita ke pasar-pasar di wilayah setempat yang tergolong dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Adapun pasar-pasar tersebut masuk dalam pantauan harian pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mengukur stabilitas harga bahan pokok secara nasional sebagai prioritas penilaian pusat.
"Proses pengambilan pasokan Minyakita dari produsen saat ini tengah berjalan dan akan disalurkan secara bertahap ya hingga akhir bulan Mei," ungkapnya.
Selain menambah pasokan, Bulog Jatim juga secara intensif memantau harga jual Minyakita hingga di tingkat pedagang atau pengecer. Langgeng menegaskan banderol Minyakita yang diperdagangkan oleh Bulog tetap berada pada patokan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tak hanya itu, untuk mencegah permainan harga yang dilakukan oleh para spekulan yang merugikan masyarakat, Bulog juga telah berkoordinasi dan menggandeng instansi pemerintahan maupun aparat penegak hukum terkait.
"Guna mencegah adanya praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Bulog Jatim menggandeng Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan setempat untuk melakukan pengawasan ketat di tingkat pengecer. Kami juga sudah rapat dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jatim dan memanggil seluruh produsen minyak," tegasnya.





