Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae Yong, mengungkapkan sejumlah alasannya bergabung ke Macan Kemayoran. Ia bahkan blak-blakan mengaku sempat mengaku menolak tawaran dari sejumlah klub luar negeri demi ke ibu kota.
Hal itu Shin Tae-yong sampaikan dalam konferensi pers perkenalan dirinya sebagai nahkoda anyar Persija. Momen tersebut diselenggarakan di Jakarta Internasional Stadium (JIS) pada Senin (8/6/2026)
Juru taktik asal Korea Selatan itu dikabarkan akan terikat kontrak bersama tim asal ibu kota tersebut selama tiga musim lamanya.
Dalam konferensi pers tersebut, STY menjelaskan bahwa ada cerita menarik sebelum dirinya bergabung untuk menangani Rizky Ridho cs.
STY mengatakan bahwa dirinya sempat menjalin komunikasi dengan beberapa klub dari luar Indonesia. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, ia merasa Persija menjadi pilihan yang paling tepat untuk melanjutkan karier kepelatihannya.
Keputusan tersebut tidak hanya didasari faktor profesional semata. Dirinya mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Indonesia, khususnya Jakarta yang telah menjadi tempat tinggalnya selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, proses pembicaraan dengan manajemen Persija menjadi titik penting yang membuatnya semakin mantap mengambil keputusan. Pertemuan dengan pemilik klub membuat keyakinannya terhadap proyek yang ditawarkan Persija semakin besar.
"Memang sebelum bertemu dengan owner Persija Jakarta, memang ada offer tiga sampai empat, tetapi bukan tim Super League Indonesia," ujar STY, Senin (8/6/2026).
"Tetapi memang setelah meeting dengan owner Persija Jakarta, saya semakin yakin dengan Persija Jakarta," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap Indonesia menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan. Meski memiliki peluang untuk melatih di tempat lain dengan penawaran yang lebih menarik, hatinya tetap ingin kembali ke Tanah Air.
Pengalaman hidup selama lima tahun di Jakarta membuat pelatih asal Korea Selatan itu memiliki ikatan yang kuat dengan ibu kota Indonesia. Hal tersebut pada akhirnya memengaruhi keputusan penting dalam perjalanan kariernya.
"Dan memang selama tinggal di Jakarta selama lima tahun, saya menjadi orang yang sangat cinta dengan Indonesia dan Jakarta," kata STY.




