LAMONGAN - Puluhan ribu siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Lamongan tidak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (8/6/2026).
Kondisi ini terjadi setelah beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara distribusi makanan karena kendala pendanaan.
Baca juga: Warga Sedayu Lawas Keluhkan Bau Limbah Pabrik Pengolahan Ikan yang Diduga Dibuang ke Muara Laut
Salah satu sekolah yang terdampak adalah MAN 1 Lamongan. Pihak sekolah mengaku telah menerima pemberitahuan sebelumnya terkait penghentian sementara program tersebut.
"Sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Informasinya besok (Selasa) distribusi sudah kembali aktif," ujar salah seorang guru MAN 1 Lamongan, Senin (8/6/2026).
Akibat tidak adanya distribusi MBG, para siswa yang biasanya menerima makanan dari program tersebut terpaksa membawa bekal sendiri dari rumah atau membeli makanan di sekitar sekolah.
"Sementara anak-anak bawa bekal sendiri dari rumah," tambahnya.
Baca juga: Dikenal Religius dan Ramah, Sukiman Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Kecamatan Lamongan Kota, Agustin, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai penghentian distribusi MBG.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah SPPI Kecamatan Turi, Ahmad Arif Fathoni, membenarkan bahwa beberapa dapur MBG di wilayahnya berhenti beroperasi sementara. Informasi tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah dan pemerintah desa yang menjadi sasaran program.
"Di Turi ada beberapa SPPG yang berhenti beroperasi sementara karena dana belum cair dan anggaran yang tersedia tidak mencukupi. Jika dana sudah cair, operasional akan kembali berjalan pada hari berikutnya. Kami juga tidak dianjurkan menggunakan sistem pembayaran tempo maupun talangan dari mitra karena kondisi yang masih belum menentu," jelasnya.
Baca juga: Wali Murid dan Guru SDN Tambakrigadung 2 Lamongan Mengeluhkan Bau tidak Sedap Menu MBG
Berdasarkan surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN), penghentian sementara operasional SPPG disebabkan oleh kendala teknis pendanaan di tingkat pusat.
Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari BGN terkait penyebab keterlambatan pencairan anggaran yang berdampak pada terhentinya distribusi MBG di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lamongan.
Reporter: M.Yusuf Al Ghoni
Editor : Redaksi





