Berapa Lama Umur Material Polikarbonat?

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Galon guna ulang berbahan polikarbonat selama ini dikenal sebagai kemasan yang kuat dan tahan lama. Namun, dari sudut pandang ilmu material, tidak ada bahan yang dapat digunakan tanpa batas waktu.

Seiring bertambahnya usia dan frekuensi penggunaan, material polimer seperti polikarbonat akan mengalami proses penuaan atau aging yang dapat memengaruhi karakteristik fisiknya. Kondisi inilah yang menjadi sorotan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Djaja Surya Atmadja saat membahas risiko Bisphenol A (BPA) pada galon guna ulang.

Baca Juga :
Fakta Ilmiah di Balik Penggunaan Plastik Polikarbonat
Data World Economic Forum Ungkap Lonjakan Gaya Hidup & Prioritas Kesehatan Pascapandemi

Menurut dr. Djaja, usia pakai galon tidak boleh diabaikan karena berkaitan dengan peluang terjadinya peluruhan BPA dari material kemasan ke dalam air minum.

“Isi ulangnya itu tidak boleh dipakai lebih dari setahun. Karena pelan-pelan dia (BPA) akan melarut ke dalam itu,” ujarnya, dikutip Senin 8 Juni 2026.

Dalam ilmu material, penggunaan berulang dapat menyebabkan perubahan pada struktur permukaan plastik. Galon yang terus mengalami proses pengisian ulang, pencucian, pengangkutan, serta penyimpanan akan menerima tekanan fisik dan kimia secara terus-menerus.

Meski tidak langsung rusak, material dapat menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti permukaan yang mulai kusam, buram, atau dipenuhi goresan halus. Perubahan tersebut menjadi indikator bahwa material telah mengalami banyak siklus penggunaan.

Menurut Djaja, kondisi itu bukan sekadar teori. Ia mengungkapkan masih ditemukan galon yang beredar jauh melampaui usia yang disarankan.

“Kemarin belum lama tuh ada survei, ternyata sampai ada yang 11 tahun, ada yang 13 tahun masih dipakai isi ulang. Itu sampai bolak-balik, sampai galonnya itu buram,” katanya.

Fenomena galon yang masih digunakan hingga lebih dari satu dekade menarik perhatian dari sisi ilmu material. Sebab, semakin lama sebuah produk polimer digunakan, semakin besar kemungkinan terjadinya perubahan sifat fisik akibat akumulasi paparan lingkungan dan penggunaan berulang.

Goresan yang muncul pada permukaan galon juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam kajian material, goresan dapat menjadi tanda terjadinya mikrokerusakan pada lapisan luar plastik yang terbentuk akibat gesekan selama proses distribusi dan penggunaan.

Meski air di dalam galon tetap terlihat jernih, kondisi fisik material belum tentu sama dengan saat galon pertama kali diproduksi. Karena itu, usia pakai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kemasan guna ulang.

Baca Juga :
Cara Mendapatkan Material Langka di Roblox The Forge dengan Cepat, Dijamin Berhasil
Menteri LH Sebut 1.136 Ton Material Terkontaminasi Radiasi di Cikande
Alami Kerusakan Beton? Ini 4 Metode Perbaikan yang Bisa Dicoba

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fokus Perkuat Bisnis Nikel, Harum Energy (HRUM) Kembali Absen Bagi Dividen
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Tahan Dadan Hindayana Cs, KPK Buka-bukaan Terkait Kasus Korupsi Program MBG
• 32 menit lalujpnn.com
thumb
John Herdman Beri Kabar Terkini soal Kondisi Cedera Justin Hubner: Bisa Main Lawan Mozambik?
• 1 jam lalubola.com
thumb
Usai Dilantik Jadi Kepala BGN, Nanik Beberkan Evaluasi MBG Sekolah Mahal
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Bursa Saham Asia Melemah, IHSG Turun Signifikan ke 5391
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.