Soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral, Bahlil Sebut Masih Cari Formulasi yang Tepat

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Latar belakang dibentuknya bursa mineral karena banyak komoditas Indonesia yang masih mengacu ke bursa luar negeri.

Soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral, Bahlil Sebut Masih Cari Formulasi yang Tepat. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pihaknya masih mencari formula yang tepat untuk merealisasikan bursa mineral yang diwacanakan dibentuk pada Januari 2027. Sebelumnya disebutkan latar belakang dibentuknya bursa mineral karena banyak komoditas Indonesia yang masih mengacu ke bursa luar negeri.

Bahlil mengaku belum banyak melakukan pembahasan dengan para stakeholder terkait. Sehingga besar kemungkinan tidak diterapkan dalam waktu dekat. 

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas KKKS di 2026

"Kita belum melakukan pembahasan detail secara itu ya, menyangkut dengan bursa mineral lagi mencari-mencari formulasi," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bahlil mengatakan wacana pembentukan bursa mineral masih harus didiskusikan dengan para pelaku kepentingan, baik pemerintah maupun dunia usaha. 

Baca Juga:
Tawarkan Ratusan Lapangan Migas ke Pengusaha Daerah, Bahlil: Kontraktor Jangan Orang Jakarta Semua

"Saya pikir itu belum ke arah sanalah, nanti kita akan bahas," kata Bahlil.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bursa tersebut akan berada di bawah pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:
Bahlil Sebut Pemerintah Bisa Langsung Impor Crude, BBM, hingga LPG Lewat Lemigas

Selain itu, Purbaya memastikan bursa mineral akan berbeda dengan BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Mineral (DSI).

"Kan beda, DSI ya DSI, kan ada pasar mineral, ada bursa mineral ya mereka yang ngawasin. Itu misalnya banyak produk mineral kita yang bursanya di Singapura atau di luar negeri, padahal kita produsen utama," ujar Purbaya di Kompleks DPR Senayan, Kamis (4/6/2026).

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Tertekan ke Rp 18.152 per Dolar AS, Ini Deretan Biang Kerok Pelemahan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Mentan: Harga TBS Sawit Semestinya Naik 10 Persen Seiring Dolar AS Tembus Rp 18.000
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa 7,8 M di Filipina, 5 Orang Dilaporkan Tewas
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala BGN Evaluasi Penerima MBG, Sekolah Kaya Tak Jadi Prioritas
• 1 menit lalukatadata.co.id
thumb
Cadangan Devisa Indonesia Turun ke Rp2.632 Triliun di Tengah Stabilisasi Rupiah
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.