JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang berencana melibatkan perusahaan untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menurut Nanik, perusahaan bisa ikut membantu pembangunan SPPG lewat skema CSR.
"Tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerjasamakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, atau mungkin ada hibah dari luar negeri," kata Nanik usai dilantik di Istana, Jakarta, Senin (8/8/2026).
Baca juga: Nanik Akan Fokus ke Efisiensi Anggaran di BGN, Tak Mau MBG Bebankan APBN
Ia menyebutkan, BGN juga membuka pintu bagi perusahaan besar swasta untuk ikut membiayai SPPG lewat skema CSR tersebut.
"Atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi, masa sih bikin dapur untuk masyarakat di situ enggak mau, kan enggak mahal juga. Jadi CSR mereka kan juga punya CSR," ujar dia.
Nanik mengatakan hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi penggunaan APBN dalam program MBG.
Baca juga: Kepala BGN Jawab Isu SPPG Berhenti Operasi karena Dana Dapur MBG Belum Cair
Sebab, sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik memberi atensi terhadap efisiensi anggaran.
Dia ingin agar MBG tidak membebani anggaran negara.
"Kami concern pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," ujar Nanik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang