Pertemuan Agung Jupiter dan Venus Pun Tiba

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Setelah beberapa minggu terakhir menampilkan atraksi saling berkejaran di langit barat, Jupiter dan Venus akan mencapai jarak terdekat di antara keduanya pada Selasa (9/6/2026) malam. Merkurius akan menjadi saksi dari perjumpaan indah dua planet paling terang di langit malam tersebut. Meski indah, pertemuan antara Jupiter dan Venus itu hanya untuk sementara.

Jika Anda ingin menyaksikan pertemuan agung Jupiter dan Venus tersebut, cukup arahkan pandangan ke langit barat saat Matahari terbenam atau sekitar waktu maghrib. Tunggu sampai langit cahaya kemerahan senja sedikit memudar, maka akan terlihat dua ‘bintang’ terang di langit barat agak sedikit ke utara.

Kedua ‘bintang’ itu adalah Jupiter dan Venus. Disebut ‘bintang’ karena manusia di masa lalu, sebelum mengenal astronomi modern, belum bisa membedakan antara bintang dan planet. Semua benda langit yang bersinar di waktu malam akan disebut bintang. Konsep ini berlaku merata termasuk di Jawa dan suku-suku Nusantara lainnya.

Baca JugaSaat Jupiter Mengejar Venus di Langit Barat
Baca JugaKonjungsi Venus dan Jupiter, Perjumpaan Indah di Langit Subuh

Bintang di sebelah kiri atau arah selatan dan kurang terang itu adalah Jupiter. Sedangkan bintang di sebelah kanan yang berkilau lebih terang dan terlihat lebih banyak bergerak dari malam ke malam adalah Venus. Pada jarak terdekatnya, Selasa (9/6/2026), kedua planet itu akan terpisah pada jarak 1,6 derajat saja atau sekitar 3 kali lebar Bulan purnama.

Sebelum konjungsi terjadi, jika diamati dari hari ke hari di jam yang sama, maka ketinggian Jupiter akan terlihat makin turun menuju cakrawala. Sementara Venus justru naik meninggalkan ufuk. Pergerakan itu akan terus berlanjut setelah konjungsi terjadi dengan Venus makin meninggi dan Jupiter pun semakin merendah.

Dari berjauhan, dekat, hingga akhirnya berjauhan kembali, maka waktu terbaik untuk menyaksikan kedekatan Jupier dan Venus itu antara 8-11 Juni 2026. Setelah kedekatan itu terjadi, mereka masih akan berada di bidang langit yang sama di arah barat di waktu selepas Matahari terbenam. Namun takdir akan memisahkan mereka kembali untuk berjumpa lagi di tahun depan.

Jupiter dan Venus akan mencapai jarak terdekat di antara keduanya pada Selasa (9/6/2026).

Langit Jakarta

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu khawatir akan ketinggalan momen sakral ini. Meski polusi udara tinggi, hingga Senin (8/6/2026) petang, Jupiter dan Venus masih terlihat jelas dan berkilau indah. Jupiter berada di kiri atas Venus dengan cahaya yang lebih redup dari Venus. Awan tipis yang menyelimuti langit hanya membuat bintang-bintang terang di langit menjadi tidak terlihat, termasuk Sirius si bintang paling terang di langit malam dan Procyon bintang terterang di rasi Canis Minor.

Jika Anda beruntung, terutama yang tinggal di wilayah yang jauh dari perkotaan, memiliki medan pandang yang luas di langit barat, dan Matahari terbenam lebih cepat, maka Anda berkesempatan pula menyaksikan Merkurius, planet terkecil di Tata Surya. Kehadiran Merkurius menambah meriah pertemuan agung antara Venus dan Jupiter.

Namun karena posisi Merkurius yang sudah sangat rendah, maka dia hanya akan terlihat beberapa saat di ufuk sebelum akhirnya terbenam menyusul Matahari. Sebagai planet yang paling dekat dengan Matahari, maka Merkurius tidak bisa jauh dari Matahari. Ia akan senantiasa terlihat di dekat Matahari, sesaat sebelum Matahari terbit atau sesudah Matahari terbenam.

Baca JugaVenus, Kembaran Bumi yang Unik
Baca JugaBintang Terang di Galaksi Katai Kinman Menghilang Tiba-Tiba

Kondisi itu mirip dengan Venus yang bersama Merkurius termasuk sebagai planet dalam alias planet yang orbitnya berada di dalam Bumi. Bedanya, posisi Venus bisa lebih tinggi dari Merkurius karena jaraknya dari Matahari lebih jauh dibandingkan Merkurius.

Tak hanya itu, jika dibandingkan dengan lima planet Tata Surya yang bisa disaksikan dengan mata telanjang, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus, Merkurius menjadi planet yang paling sulit diamati. Walau dekat dengan Matahari, Merkurius juga menjadi planet yang redup. Di antara kelima planet tersebut, Merkurius hanya menang terang dibanding Saturnus.

Astronom amatir Bob King di majalah astronomi Sky and Telescope, 3 Juni 2026 menulis bahwa redupnya cahaya Merkurius dipicu oleh ukuran planet tersebut yang hanya 2,5 kali lebih kecil dari Venus dan lebih jauh jaraknya dari Bumi. Selain itu, Merkurius tidak memiliki awan sehingga kemampuan planet ini memantulkan sinar Matahari yang diterimanya jauh lebih rendah daripada Venus dan Jupiter yang berlapis awan tebal.

Waktu terbaik untuk menyaksikan kedekatan Jupier dan Venus itu antara 8-11 Juni 2026.

Konjungsi

Fenomena saling mendekatnya Venus dan Jupiter itu disebut sebagai konjungsi. Namun kedekatan keduanya hanya bisa disaksikan dari Bumi karena sejatinya kedua planet itu terpisah jarak ratusan juta kilometer. Peristiwa ini merupakan konsekuensi dari gerak masing-masing planet-planet di Tata Surya mengelilingi Matahari pada orbitnya.

Venus yang memiliki jarak lebih dekat ke Matahari daripada Jupiter butuh waktu lebih cepat untuk memutari Matahari karena lintasan orbitnya lebih kecil dibanding Jupiter. Venus hanya butuh 224,7 hari Bumi untuk satu kali mengelilingi Matahari, sedangkan Jupiter butuh 4.333 hari Bumi atau 11,86 tahun Bumi.

Kondisi itu membuat Venus bergerak lebih cepat dibanding Jupiter jika dilihat dari Bumi. Jika Anda mengamati tarian saling kejar antara Venus dan Jupiter selama beberapa hari saja, maka akan mudah terlihat bahwa Venus yang akan lebih cepat berpindah tempat dan Jupiter relatif diam.

Baca JugaLagi-lagi Planet Jupiter Tertabrak Asteroid
Baca JugaPlanet Seukuran Bumi Ditemukan di Dekat Matahari

Kedekatan Venus dan Jupiter itu, menurut instruktur dan dosen tamu di Planetarium Hayden, New York, Amerika Serikat, Joe Rao, dalam tulisannya di Space, 5 Agustus 2025, akan berlangsung setiap 10-15 bulan sekali atau jika dirata-ratakan setiap 13 bulan sekali. Jika dihitung lebih presisi lagi, maka konjungsi kedua planet itu terjadi setiap 398,88 hari sekali.

Konjungsi Venus dan Jupiter terakhir terjadi pada 12 Agustus 2025 yang terjadi pada dini hari atau menjelang subuh. Sedangkan konjungsi berikutnya baru akan terjadi pada 26 Agustus 2027. Namun konjungsi pada tahun depan itu tidak akan bisa disaksikan karena Venus dan Jupiter berada pada jarak yang terlalu dekat dengan Matahari hingga cahaya kedua planet itu terkalahkan oleh sinar Matahari.

Kesempatan selanjutnya untuk bisa melihat Venus dan Jupiter berdekatan akan terjadi pada 10 November 2028 di saat fajar, 8 September 2029, dan 20 November 2030. Namun konjungsi Venus dan Jupiter pada 2030 akan bernasib sama dengan fenomena serupa tahun 2027, yaitu tidak bisa disaksikan dengan mata.

Kesempatan selanjutnya untuk melihat Venus dan Jupiter berdekatan akan terjadi pada 10 November 2028 di saat fajar, 8 September 2029, dan 20 November 2030.

Karena itu, konjungsi Venus dan Jupiter pada Selasa (9/6/2026) malam adalah kesempatan terbaik untuk bisa menyaksikan fenomena jarang ini. Terlebih, perjumpaan kedua planet itu terjadi di awal malam sehingga memudahkan semua orang untuk bisa menyaksikannya dibandingkan jika peristiwanya berlangsung subuh.

Selain itu, musim kemarau yang makin mendekati puncak di sebagian besar wilayah Indonesia membuat kesempatan untuk bisa menyaksikan konjungsi Venus dan Jupiter tersebut terbuka lebar. Meski tempat Anda melihat peristiwa ini kurang ideal, seperti di Jakarta yang penuh dengan polusi cahaya dan polusi udara, namun terangnya cahaya Venus dan Jupiter membuat pertemuan agung kedua planet tersebut tetap muda untuk dikenali.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi saksi pertemuan agung sang raja pada dewa Jupiter dan dewi kecantikan Venus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Bijak Betrand Peto untuk Sarwendah, Singgung Rumah yang Ditempati Ibu Sambungnya itu
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Imbas Disindir Sarwendah, Ruben Onsu Berencana Ambil Hak Asuh Anak
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Prabowo Bakal Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Hari Ini
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Viral, Pesta Gay di THM Karawang, Wakil Gubernur Jabar Desak Polisi Proses Hukum
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
RUU Polri: Lulusan SMA Tetap Bisa Jadi Polisi
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.