PT PLN (Persero) menyatakan gangguan listrik yang menyebabkan padamnya pasokan di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6), disebabkan aktivitas galian proyek yang mengenai kabel milik PLN di bawah tanah.
Manager PLN UP3 Bulungan, Irvan Hardiansyah, mengatakan setelah menerima laporan gangguan, petugas langsung melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi.
“Terjadi gangguan suplai listrik yang mengakibatkan padam di wilayah Fatmawati, Jakarta Selatan, pada pukul 08.08 WIB. Petugas PLN UP3 Bulungan gerak cepat melakukan pengecekan ke titik lokasi padam dan kurang dari 1,5 jam seluruh pasokan kembali normal pada pukul 09.31 WIB,” kata Irvan dalam keterangannya yang diterima kumparan, Senin (8/6).
Lebih lanjut Irvan mengatakan, gangguan berasal dari aktivitas pekerjaan galian proyek di Jalan RS Fatmawati yang mengenai Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik PLN.
“Berdasarkan hasil penelusuran petugas di lapangan ditemukan bahwa gangguan disebabkan oleh aktivitas galian proyek yang mengenai Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik PLN di Jalan RS Fatmawati,” ujar Irvan.
Peristiwa tersebut terjadi di hari yang sama dengan insiden ledakan saat pekerjaan galian di kawasan Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan. Polisi menduga ledakan terjadi ketika pekerja melakukan pengeboran jalan untuk proyek pengelolaan air bersih dan mengenai kabel listrik bawah tanah.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan pihaknya menerima informasi awal mengenai kejadian tersebut melalui layanan darurat 110.
“Kami datangin TKP di Jalan RS Fatmawati, tepatnya di putaran BRI. Masuknya wilayah Cilandak,” kata Joko.
Menurut dia, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi saat pekerjaan galian berlangsung.
“Diduga ledakan itu karena ada galian. Menurut keterangan saksi, galian untuk pengelolaan air bersih mengebor jalan, tiba-tiba terdengar suara ledakan,” ujarnya.
Polisi menduga ledakan dipicu oleh kabel PLN yang putus akibat aktivitas pengeboran tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen mengungkapkan pihaknya telah memeriksa tiga orang dari pihak perusahaan pelaksana proyek sebagai saksi.
“Tiga orang udah dimintai keterangan sebagai saksi,” ujar Gusprihatin.
Salah satu pekerja proyek, Andre, menyebut insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat dua pekerja melakukan pembobokan cor beton menggunakan jackhammer. Menurut dia, alat tersebut diduga meleset dan mengenai kabel listrik bawah tanah.
“Yang tertusuk PLN pakai jackhammer itu. Karena cor-corannya tebel banget. Dia meleset, langsung kena kabel, yang dua masuk rumah sakit,” kata Andre.
Akibat insiden tersebut, dua pekerja berinisial H dan R mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di RS Fatmawati. Polisi masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.





