JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menjawab isu soal sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhenti sementara karena anggaran dari BGN belum turun.
Menurutnya, sebagian anggaran telah dicairkan sejak Jumat, 5 Juni 2026 lalu.
BACA JUGA:Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas bagi ASN di Kemendes PDT
"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari, semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional," kata Nanik, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Lebih lanjut, Nanik menjelaskan ada beberapa SPPG yang baru dicairkan hari ini, Senin 8 Juni 2026. Adapun total anggaran yang telah digelontorkan untuk pembayaran itu mencapai Rp5 Triliun.
"Yang Senin ini juga dicairkan. Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan sekitar Rp5 triliun dicairkan hari ini," ujarnya.
BACA JUGA:Ateraland Group Hadirkan Hunian Premium Tipe F di Garden Residence At Emeralda Golf
Nanik menegaskan persoalan yang sempat terjadi hanya bersifat teknis dan tidak mengganggu jalannya program pemenuhan gizi.
"Jadi tidak ada masalah. Ini masalah teknis saja," tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah menghentikan operasionalnya karena dana dari BGN belum cair.
Koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Demak, Muzani Ali Sadikin, mengatakan, terdapat 30 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhenti operasional sementara akibat dana belum cair hingga Senin, 8 juni 2026.
BACA JUGA:Dilantik Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Janji Perjuangkan Upah Layak dan Hunian Bagi Buruh
"Hari ini yang berhenti operasional sementara akibat dana belum cair di Kabupaten Demak ada 30 SPPG," kata Muzani, singkat melalui pesan WhatsApp.





