JAKARTA, KOMPAS.com - Suporter Persija Jakarta, Jakmania, menyoroti gaya permainan pelatih baru skuad Macan Kemayoran, Shin Tae-yong (STY), yang selama ini dikenal kerap mengandalkan strategi bertahan dan serangan balik saat di Timnas Indonesia.
Sebagian pendukung, mereka meminta agar juru taktik asal Korea Selatan tersebut menerapkan gaya permainan yang lebih agresif dan menyerang saat menukangi Persija di Liga 1 kompetisi musim 2026/2027 mendatang.
Putra (36), seorang Jakmania asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, secara blak-blakan mengaku sedikit skeptis dengan taktik bertahan yang sering dipakai STY yang ditunjukkan saat melatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Baca juga: Jakmania Minta Shin Tae Yong Belajar Bahasa Indonesia: Lebih Enak Latihnya
Ia bahkan membandingkan gaya tersebut dengan era pelatih-pelatih Eropa sebelumnya di Persija yang dinilai lebih berani tampil menekan lawan.
"Sebenarnya saya pribadi lebih pengin Persija dilatih pelatih asing dari Eropa yang mainnya agresif, kayak era Thomas Doll dibanding yang defense-defense kayak STY," kata Putra saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (8/6/2026).
Bahkan, ia menyinggung keberhasilan Persija menduduki posisi tiga pada musim 2025/2026 juga menggunakan taktik menyerang saat dilatih oleh Mauricio Souza.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa Persija sejak dahulu biasa menyajikan permainan yang menghibur bagi para penggemar.
"Karena untuk main di kompetisi Liga 1 tuh harus menyerang mainnya, jangan bertahan membosankan. Persija kan terkenalnya ganas lah. Mendingan main agresif walaupun lebih risiko kalah, tapi lebih enak ditonton daripada main bertahan," kata Putra.
Senada dengan Putra, pengurus Jakmania Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Abang, Moehamad Rizqi Saputra, juga menyadari perbedaan mencolok antara taktik STY dengan pelatih Persija sebelumnya, Mario Souza, yang tampil sangat ofensif.
"Kalau dari pelatih tuh kan pasti beda-beda tipe permainan tuh. Kayak kemarin kan waktu Mario Souza itu kan emang Persija tuh nyerang total. Kalau Shin Tae-yong ini kan kalau dilihat dari Timnas kan dia mainnya cenderung bertahan dulu baru serangan balik, kayak Bojan Hodak lah di Persib gitu," tutur Rizqi.
Baca juga: Shin Tae Yong Jadi Pelatih Persija, Pramono: Semoga Memberi Kado 500 Tahun Jakarta
Meski begitu, Rizqi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan taktik pragmatis tersebut, asalkan STY mampu membawa dampak positif bagi tim.
Ia justru menyoroti kelebihan STY saat melatih Timnas Indonesia yang diharapkan bisa diulang di Persija, salah satunya adalah peremajaan skuad.
"Kalau buat masalah positif sih pasti positif, karena Shin Tae-yong ini kan sama kayak Thomas Doll, dia pintar mengorbitkan pemain muda. Harapannya bisa untuk regenerasi," ungkapnya.
Di samping itu, Rizqi juga menekankan pentingnya STY dalam membangun kedisiplinan dan mengendalikan emosi pemain di lapangan agar kekompakan tim bisa terjaga.
Menurut dia, salah satu aspek penting sebuah tim menjadi juara adalah peningkatan kedisiplinan para individu pemainnya.





