Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Begini Reaksi Warganet!

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kabar mengenai rencana kenaikan tarif layanan Transjabodetabek menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setelah bertahun-tahun masyarakat menikmati tarif yang relatif terjangkau, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah menyiapkan skema tarif baru yang disesuaikan dengan jarak perjalanan dan karakteristik layanan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo
Photo :
  • ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Baca Juga :
Pramono Bakal Naikkan Tarif Transjabodetabek: Nggak Mungkin Blok M-Soetta Rp3.500
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Pertimbangkan Kemampuan Ekonomi Warga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa tarif Transjabodetabek tidak akan lagi dipatok sebesar Rp3.500 ribu untuk seluruh rute. Menurutnya, ada sejumlah layanan dengan jarak tempuh yang sangat panjang sehingga tarif lama dinilai sudah tidak lagi relevan.

Salah satu contoh yang disorot adalah rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pramono menilai tidak masuk akal apabila perjalanan dengan jarak yang cukup jauh tersebut dikenakan tarif yang sama dengan rute-rute perkotaan lainnya. Karena itu, pemerintah sedang mematangkan keputusan terkait besaran tarif baru yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Meski demikian, Pemprov DKI memastikan bahwa penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga menegaskan bahwa fungsi utama Transjabodetabek sebagai layanan transportasi publik tetap menjadi prioritas sehingga tarif yang ditetapkan diharapkan tetap ramah bagi pengguna.

"Waktu itu saya juga menyampaikan, enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Kabar kenaikan tarif ini langsung memancing beragam komentar dari masyarakat di media sosial.

Sebagian pengguna mengaku memahami alasan pemerintah melakukan penyesuaian tarif, terutama untuk rute-rute jarak jauh yang membutuhkan biaya operasional lebih besar. Menurut mereka, kenaikan tarif masih dapat diterima selama kualitas layanan terus ditingkatkan, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan armada, hingga jumlah unit yang beroperasi.

"Wajar saja untuk ke rute tertentu, ya di susaikan saja sama jarak," tulis komentar warganet dalam unggahan yang membahas topik ini.

Namun, tidak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran. Mereka berharap kenaikan tarif tidak terlalu tinggi agar transportasi umum tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pekerja yang setiap hari mengandalkan Transjabodetabek untuk beraktivitas.

Baca Juga :
ASDP Diskon Tarif Tiket 21 Persen di Musim Libur Sekolah 2026, Catat Tanggalnya
Kabar Baik dari AS! Indonesia Berpeluang Lolos dari 18 Tarif Tambahan, Ekspor Nasional Bisa Makin Kompetitif
Pariwisata Indonesia Memasuki Babak Baru, AI Jadi Kawan Sekaligus Tantangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Edison Tersangka Kasus Pengadaan Dinas Pendidikan
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
PT RPN Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI sebagai Pusat Edukasi Ekonomi
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Raih 2 Kemenangan Beruntun, John Herdman Sebut FIFA Matchday Juni 2026 Jadi Periode Paling Menantang Bagi Timnas Indonesia
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Australian Open 2026, Selasa 9 Juni: Ada Sabar/Reza, 5 Wakil Indonesia Main
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bupati Jember Tanggapi Pelantikan Pimpinan BGN yang Baru
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.