Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

cnbcindonesia.com
23 jam lalu
Cover Berita
Foto: COO Danantara, Dony Oskaria (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria akan merampingkan grup PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Langkah tersebut sekring dengan agenda perampingan (streamlining) grup Telkom Indonesia yang saat ini memiliki 67 anak usaha.

Dony yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara mengatakan, pihaknya akan menutup sebanyak 12-14 anak usaha telkom. Targetnya, jumlah anak usaha yang tersisa hanya 19 perusahaan.


"Saya lupa 12 atau 14 (Perusahaan yang ditutup)," ujarnya saat ditemui usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/6/2026).

Baca: Telkom (TLKM) Mau Buyback Saham Rp 4 Triliun

Dony mengatakan, dalam proses transformasi di tubuh perusahaan telekomunikasi tersebut, akan ada sebanyak 48 anak usaha yang dikonsolidasi, baik dengan skema merger maupun likuidasi.

Nantinya, akan usaha yang memiliki bisnis serupa akan digabungkan sehingga dapat beroperasi sesuai dengan core bisnisnya.

Dony menegaskan, meskipun akan ada penggabungan hingga penutupan di grup Telkom, tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Nantinya, karyawan anak usaha Telkom yang terdampak merger atau likuidasi akan dipekerjakan di perusahaan yang dimerger.

Baca: Sudah Akut, Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp100 Triliun

"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger, gitu," tutupnya.

Sebelumnya, Dony telah menggelar pertemuan bersama Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia di Wisma Danantara Indonesia terkait update pelaksanaan streamlining

"Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital," ujarnya dalam sosial media Instagramnya, dikutip Selasa (26/5/2026).

Dalam pembahasan tersebut, manajemen Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Sejumlah agenda prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

"Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan," tutupnya.


(rob/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perusahaan Waste to Energy Danantara Akan IPO pada 2028

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemda Dilarang Rekrut Pegawai Honorer Baru, Apa Alasannya?
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Poin-Poin Penting RUU Polri yang Baru Disahkan DPR
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
IHSG Masih Rawan Lanjutkan Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Ini
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Video: IHSG dan Rupiah Menguat, Namun Dolar AS Masih Berada di Rp 18.100
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bos Aprilia Salahkan Jorge Martin atas Kecelakaan Beruntun yang Sebabkan Tiga Rider mereka DNF di MotoGP Hungaria 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.