Maktour Travel-Kesthuri Ikut Atur Kuota Haji Khusus, Dapat Untung Miliaran

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

KPK telah menahan Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham (ISM), dan Ketum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba (ASR) selaku tersangka pihak swasta kasus korupsi kuota haji tahun 2023-2024. KPK mengungkap aliran duit yang diterima para tersangka dalam kasus tersebut.

KPK mengungkap Ismail dan Asrul bersama Fuad Hasan Masyhur selaku dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) yang juga pemilik travel PT Maktour, meminta kuota haji khusus yang melebihi aturan 8%. Mereka bertemu dengan Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz selaku eks Stafsus Yaqut.

"Selanjutnya, kedua tersangka, ISM dan ASR bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama, mengatur pengisian kuota haji khusus tambahan bagi perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PT Maktour dan NRA Grup atau Asosiasi Kesthuri," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Taufik Ahmad Husein dalam konferensi pers digedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Para tersangka dari pihak swasta itu diduga memberikan sejumlah uang kepada beberapa pihak di Kemenag saat itu, yaitu Hilman Latief selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama; RIzky Fisa Abadi selaku Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Haji Khusus; dan Ishfah Abidal Aziz selaku eks Stafsus Yaqut.

Baca juga: Silmy Karim Diperiksa Perdana Usai Ditahan, Dicecar soal Hasil Geledah KPK

Berikut rincian uang yang diberikan tersangka Ismail:

- Untuk Ishfah sebesar USD 30.000;
- Untuk Hilman sebesar USD 5.000 dan 16.000 SAR;
- Untuk Rizky sebesar USD 10.000.

Sedangkan tersangka Asrul juga memberikan uang, dengan rincian:

- Untuk Ishfah sebesar USD 406.000.

Atas hal tersebut, PT Maktour dan travel haji yang terafiliasi dengan Asrul mendapat keuntungan. Untuk Maktour mendapat keuntungan tidak sah mencapai Rp 27,8 miliar, sedangkan travel haji terafiliasi Asril Rp 40,8 miliar.

"Penerimaan sejumlah uang oleh IAA dan HL dari para tersangka, diduga sebagai representasi dari saudara YCQ selaku Menteri Agama pada saat itu," ucapnya.

KPK juga sudah sempat memanggil kembali Fuad untuk diperiksa pada (2/6) namun dirinya absen. KPK memastikan akan kembali memanggil Fuad pekan ini.

"Dipastikan dalam minggu-minggu ini, karena memang kita ketahui kan penyelenggaraan ibadah haji sudah mulai selesai, sudah ada beberapa kelompok-kelompok yang sudah kembali," ujarnya.

Baca juga: Direktur Maktour Tersangka Kasus Kuota Haji Nangis Usai Ditahan KPK

Adapun Asrul dan Ismail ditahan KPK usai diperiksa hari ini. Dengan ini, semua tersangka dalam kasus korupsi kuota haji telah ditahan KPK. Berikut ini rinciannya:

1. Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas (YCQ)

2. Eks Stafsus Yaqut, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex (IAA)

3. Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham (ISM)

4. Ketum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba (ASR).




(ial/wnv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI (BBRI) Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Kuat usai BI Rate Naik ke 5,5%
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Mariano Peralta Merapat ke Persija? Ini Profil, Karier, dan Statistik Calon Andalan Shin Tae-yong
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenpar usulkan pendampingan penanganan sampah hotel, restoran, kafe
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Sita Barang Bukti Rp1,9 Miliar dalam Kasus Bupati Muara Enim Edison
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Musisi Rock Lintas Generasi Kolaborasi dalam Album Bertema Budaya dan Patriotisme
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.