Kantongi Laba Rp65,53 Miliar, Itama Ranoraya (IRRA) Tahan Tebar Dividen

bisnis.com
23 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten peralatan medis PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) memutuskan untuk mengalokasikan sebagian besar laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis dan memperluas jaringan distribusi alat kesehatan di Indonesia.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (5/6/2026). Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp65,53 miliar sepanjang 2025.

Direktur Utama IRRA Heru Firdausi Syarif menjelaskan dari jumlah tersebut, sebesar Rp1 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan, sementara sisa laba bersih senilai Rp64,53 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sepenuhnya sebagai modal kerja perseroan.

"Penggunaan modal kerja tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas operasional, membiayai pengembangan bisnis strategis, serta mendukung agenda ekspansi perusahaan dalam beberapa tahun mendatang," ujarnya dalam keterangannya, Senin (8/6/2026)

Sejalan dengan strategi tersebut, IRRA telah menyiapkan tiga fokus utama pada 2026. 

Pertama, meningkatkan kapasitas penjualan dan memperluas jaringan titik distribusi di berbagai daerah. 

Kedua, memperluas kerja sama strategis dengan sektor swasta, pemerintah, serta principal baru guna memperkuat portofolio produk. 

Ketiga, mendorong penjualan produk Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) milik grup perusahaan sebagai bagian dari upaya substitusi impor dan pengembangan teknologi medis.

Heru menambahkan fleksibilitas organisasi menjadi faktor penting untuk merespons perubahan pasar yang berlangsung cepat.

"Kondisi industri saat ini menuntut kami untuk bergerak lebih cepat. Melalui strategi ini, manajemen ingin memastikan perseroan tidak hanya responsif terhadap peluang baru, tetapi juga memiliki pondasi operasional yang siap menghadapi kebutuhan di lapangan," katanya.

Dari sisi kinerja, IRRA mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,1 triliun pada 2025 atau tumbuh 12,55% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan laba bersih sebesar 23,03% secara tahunan menjadi Rp65,53 miliar dari Rp53,3 miliar pada 2024.

Peningkatan profitabilitas didorong oleh efisiensi operasional dan optimalisasi rantai pasok yang berkelanjutan. Net profit margin perseroan juga meningkat menjadi 5,96%, sementara total aset mencapai Rp2,43 triliun.

Segmen Diagnostik In Vitro menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan dengan penjualan Rp693,48 miliar. Selanjutnya, segmen Alat Kesehatan Elektromedik Steril menyumbang Rp347,94 miliar, Alat Kesehatan Non-Elektromedik Rp52,88 miliar, serta produk kesehatan penunjang lainnya sebesar Rp5,91 miliar.

Memasuki semester I/2026, manajemen menilai permintaan terhadap alat kesehatan steril dan perangkat deteksi penyakit masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dengan dukungan laba ditahan yang diperkuat sebagai modal kerja, perseroan optimistis target operasional dan bisnis sepanjang tahun ini dapat tercapai sesuai rencana.

Selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga mengesahkan perpindahan kantor pusat perseroan ke ITS Tower Lantai 21, Jakarta Selatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung aktivitas bisnis yang semakin berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK tahan Bupati Muara Enim dalam kasus dugaan suap
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
5 Berita Populer: Wardatina Mawa Enggan Komunikasi; Ruben Tak Pede Bertemu Anak
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Konsolidasi Tanah Vertikal, Model Hunian Terjangkau di Lahan Terbatas Jakarta
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sidang Wanprestasi Masuk Tahap Replik, Penggugat Tegaskan PT JPC Gunakan Lahan untuk Bisnis Komersial
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Said Abdullah Beberkan Tiga Langkah Pulihkan Kepercayaan Pasar
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.