Potret Terbaru Kwon Mina Bikin Prihatin, Bekas Luka Bakar Masih Membekas

tabloidbintang.com
9 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Mantan idol K-pop yang kini berkarier sebagai aktris, Kwon Mina (32), membagikan perkembangan terbaru terkait insiden prosedur kecantikan yang berujung pada luka bakar serius di wajahnya. Lima bulan setelah kejadian tersebut, Mina mengaku masih menjalani perawatan intensif dan belum sepenuhnya pulih.

Pada Januari lalu, mantan anggota grup AOA itu mengungkap bahwa dirinya mengalami luka bakar tingkat dua setelah menjalani prosedur pengencangan wajah Shurink. Perawatan non-bedah berbasis teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) tersebut awalnya dilakukan untuk mempersiapkan penampilannya menjelang sejumlah proyek yang telah ia terima.

Namun, alih-alih mendapatkan hasil yang diharapkan, prosedur tersebut justru menyebabkan luka bakar serius di wajahnya sehingga memerlukan perawatan jangka panjang.

Mina mengenang momen saat dirinya terbangun setelah prosedur dilakukan. Ia mengaku merasakan sakit yang luar biasa, sementara kulit wajahnya mengelupas dan muncul lepuhan pada area yang terdampak. Kondisi itu membuatnya sangat terpukul setelah mengetahui tingkat keparahan cedera yang dialaminya.

Tak hanya itu, Mina juga menuding klinik tempat ia menjalani perawatan tidak memberikan penjelasan yang memadai sebelum prosedur dilakukan. Menurutnya, ia tidak diminta menandatangani formulir persetujuan tindakan medis maupun menjalani konsultasi kondisi kulit terlebih dahulu. Ia juga mengaku tidak pernah diberi informasi mengenai risiko maupun efek samping yang mungkin terjadi.

Pada 5 Juni lalu, Mina membagikan foto kondisi terbarunya. Meski menunjukkan perkembangan positif dibandingkan Januari, bekas luka dan kemerahan di wajahnya masih terlihat jelas.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya terus menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Meski kondisinya membaik secara signifikan, proses pemulihan kini berjalan lebih lambat.

“Sejak titik ini, pemulihan terasa melambat dan sejujurnya saya sangat takut,” ungkapnya.

Mina mengatakan sebelumnya dokter memperkirakan ia membutuhkan perawatan selama dua tahun, termasuk kemungkinan menjalani operasi cangkok kulit. Kini, ia masih harus menjalani setidaknya satu tahun perawatan tambahan. Ia juga mengaku kemungkinan munculnya bekas luka permanen belum dapat dikesampingkan.

Akibat insiden tersebut, Mina terpaksa menghentikan sejumlah aktivitas pekerjaan dan mengembalikan honor dari beberapa proyek yang batal dijalankan.

Direktur klinik yang menangani prosedur tersebut diketahui telah memberikan kompensasi sebesar 20 juta won atau sekitar Rp238,4 juta. Jumlah itu mencakup kerugian terkait pekerjaan senilai 9,2 juta won atau Rp109 juta serta biaya pengobatan dan obat-obatan.

Namun, Mina mengungkapkan bahwa sejak Maret lalu pihak klinik menghentikan dukungan untuk biaya perawatan lanjutan dan menyatakan ingin menempuh jalur hukum.

“Sejak Maret, klinik mengatakan ingin melanjutkan proses hukum dan dukungan untuk perawatan selanjutnya dihentikan. Saat ini saya menanggung seluruh biaya medis sendiri,” ujarnya.

Selain biaya pengobatan fisik, Mina juga harus menanggung biaya terapi psikiatri dan obat-obatan untuk mengatasi serangan panik yang muncul setelah kejadian tersebut. Ia juga mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, kebutuhan pemulihan, serta berbagai perawatan pendukung lainnya.

Secara finansial, Mina memperkirakan kerugian pendapatannya mencapai sekitar 74 juta won atau Rp879 juta. Selain itu, ia mengaku kehilangan sejumlah peluang kerja yang nilainya diperkirakan mencapai 20 hingga 30 juta won atau Rp238,4 juta hingga .

Kini, Mina tengah mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak klinik. Ia mengaku telah berkonsultasi dengan sekitar tujuh firma hukum yang menilai terdapat kemungkinan unsur kelalaian medis dan pelanggaran terhadap aturan praktik kedokteran.

Awalnya, Mina sempat mengusulkan penyelesaian dengan kompensasi sekitar 35 juta won atau Rp356 juta untuk menutupi biaya perawatan selama satu tahun ke depan, sementara besaran ganti rugi atas penderitaan emosional diserahkan kepada pihak klinik.

Namun, menurut Mina, pesan yang ia sampaikan justru dianggap sebagai bentuk ancaman. Ia pun mempertanyakan bagaimana perasaannya yang harus menghadapi perubahan besar dalam hidup akibat insiden tersebut.

“Mungkin direktur klinik juga sedang mengalami masa sulit. Tetapi bagaimana menurut Anda perasaan saya setelah hidup saya berubah total hanya dalam semalam?” kata Mina.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jamaah Haji Tamu dari 104 Negara Tinggalkan Madinah Usai Ziarah ke Masjid Nabawi
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sopir Taksi Online di Maros Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher, Motif dan Pelaku Belum Terungkap
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Jabat Kepala BGN, Nanik S Deyang Rangkap Jabatan Komisaris Pertamina
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hanya Dapat Rp5 Ribu, Aksi Pencurian Kotak Infak di Masjid Shaalihiin Yogyakarta Ditempuh Restorative Justice
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengapa Harus Don Kancil?
• 15 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.