Kemunculan unit Honda Prelude 2026 di situs jual beli daring memicu perhatian publik. Dalam salah satu iklan di OLX, mobil tersebut ditawarkan dalam kondisi baru dengan status “brand new first batch” dan diklaim sebagai unit langka.
Berdasarkan penelusuran, unit yang diiklankan berkelir hitam dengan kondisi 0 kilometer atau belum digunakan. Mobil tersebut dipasarkan dengan harga Rp 1,4 miliar, jauh di atas kisaran harga awal saat peluncuran yakni Rp 974,9 juta.
Mobil sport hybrid ini juga dipasarkan dalam jumlah terbatas dan langsung habis dipesan dalam waktu singkat. Bulan lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen.
Sebelumnya PT HPM memiliki mekanisme pemesanan yang ketat, dibuat untuk memastikan distribusi unit tepat sasaran kepada konsumen yang menginginkan Prelude generasi terbaru.
“Sebetulnya kami sudah memiliki mekanisme pemesanan Honda Prelude yang memprioritaskan konsumen perseorangan yang benar-benar ingin memiliki dan menggunakan mobil ini,” kata Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy kepada kumparan, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, salah satu aturan yang diterapkan adalah pembatasan perubahan identitas kepemilikan kendaraan. Nama yang tercantum dalam dokumen tidak dapat diganti setelah jadwal pengiriman diumumkan.
“Salah satunya melalui ketentuan bahwa nama yang terdaftar untuk pembuatan faktur dan STNK tidak dapat diganti setelah kami menginformasikan jadwal penerimaan unit kepada konsumen,” katanya.
Lebih lanjut, Billy memastikan seluruh konsumen yang mendapatkan alokasi tahun ini telah menerima jadwal pengiriman. Dengan demikian, data kepemilikan kendaraan sudah bersifat final.
“Saat ini, seluruh 150 konsumen yang akan menerima Honda Prelude tahun ini sudah kami informasikan jadwal pengirimannya, sehingga nama yang terdaftar tidak lagi dapat diubah,” ucapnya.
Meski begitu, ia mengakui tetap ada kemungkinan unit masuk pasar sekunder. Hal ini seiring tingginya minat dan terbatasnya jumlah unit yang tersedia di Indonesia.
“Kami juga memahami bahwa Honda Prelude memiliki daya tarik yang sangat tinggi dan jumlah yang terbatas. Karena itu, selalu ada kemungkinan beberapa pihak melihat peluang untuk menjual kembali kendaraan tersebut sebagai mobil bekas,” tuturnya.
Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan tingginya apresiasi pasar terhadap model ini. Namun, perusahaan tetap fokus pada distribusi unit sesuai rencana awal.
“Pada akhirnya, fenomena ini menunjukkan apresiasi yang sangat baik terhadap Honda Prelude,” katanya.
Billy menegaskan, saat ini perusahaan memprioritaskan kelancaran distribusi kepada konsumen yang telah terdaftar. Proses tersebut dilakukan sesuai mekanisme yang tditetapkan sejak awal pemesanan.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh konsumen menerima unitnya sesuai dengan jadwal yang telah kami informasikan, serta memastikan proses distribusi berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” tutupnya.





