Nanik Sebut BGN Akan Diisi Ahli Gizi

bisnis.com
20 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang membeberkan bahwa akan ada sejumlah ahli gizi yang mengisi posisi Dewan Pengarah di BGN.

Hal itu disampaikan Nanik usai resmi dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (8/5/2026). 

Menurut Nanik, di Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BGN, terdapat posisi Dewan Pengarah.

"Di Dewan Pengarah ini akan kami isi dengan profesi ahli gizi dan dokter anak. Nanti yang akan meng-guideline kami mungkin di antara 7 orang itu, 5 dari pakar gizi," kata Nanik.

Nanik pun mengatakan bahwa setelah dilantik, terdapat sejumlah langkah yang akan diambil di BGN. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah fokus pada efisiensi anggaran. Tujuannya agar tidak membebani anggaran negara saat ini. Dengan catatan, BGN tidak mengubah target dari pemberian gizi kepada penerima manfaat. 

"Efisiensi dilakukan melalui moratorium, bukan hanya titik baru, tapi dapur-dapur baru," katanya.

Baca Juga

  • Usai Dilantik Jadi Kepala BGN, Nanik Beberkan Evaluasi MBG Sekolah Mahal
  • Dongkrak Harga Telur, Jatim dan BGN Sepakat Menu Telur di MBG 3 Kali Seminggu
  • Strategi Nanik Pimpin BGN: Moratorium Dapur Baru hingga Fokuskan MBG untuk Kelompok Rentan

Saat ini, jumlah dapur operasional berdasarkan virtual account di BGN mencapai 27.877.

"Kami hentikan dulu ke situ, kami akan tata, apakah dapur ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan," katanya.

Dia menambahkan bahwa BGN pun tidak kan membuka pendaftaran dapur baru. Kemudian, BGN akan menata ketersediaan dapur, sebab, berdasarkan evaluasinya, dapur MBG terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Selain itu, BGN akan melakukan refocusing penerima manfaat. Sebab, terdapat evaluasi bahwa ada sekolah dengan keuangan memadai namun tetap menerima MBG.

"Kami refocusing penerima manfaat, apakah perlu, eh rasanya tidak perlu ya sekolah-sekolah kaya, karena gizinya pastinya lebih bagus. Jadi, kami arahkan bener pada anak-anak atau yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Selain itu, BGN akan melakukan kontrol kualitas. Ke depan, BGN tidak lagi mengejar kuantitas penyaluran MBG.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Revisi UU Disahkan, Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Anggota Polri
• 3 jam laludetik.com
thumb
Mentan Amran Curigai Anomali Harga Sawit, 300 Perusahaan Akan Diperiksa
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Adhi Commuter (ADCP) Tunda Bayar Bunga Obligasi Rp10,29 Miliar
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
65 Emiten Gelar Buyback Senilai Rp65,34 Triliun, Realisasi Baru 30 Persen 
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Profil Keanu Angelo, Selebgram yang Diperiksa Soal Kasus Penipuan oleh Hanania Travel, Bantah Terima Uang Endorse
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.