- Pasar keuangan RI ditutup kompak melemah baik dari IHSG, Rupiah, maupun SBN.
- Wall Street mayoritas bangkit setelah perkembangan perang membaik
- Kelanjutan perang, neraca perdagangan China dan AS menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri kembali babak belur pada perdagangan kemarin Senin (8/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok 4% imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga kembali melambung tinggi.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar keuangan Indonesia bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Tekanan jual di pasar saham domestik masih tak terbendung. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk cukup dalam dan masih memperpanjang tren koreksi tajam yang terjadi sejak tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup level 5.342,14, merosot 252,63 poin atau anjlok 4,52%. Secara intraday, indeks bahkan sempat menyentuh level terendah di 5.317,91.
Koreksi kemarin menjadikan pelemahan IHSG sejak awal tahun telah tembus 38%, sedangkan dari posisi tertinggi pada 20 Januari 2026 IHSG telah anjlok 41,51%.
(gls/gls) Add as a preferred
source on Google




