Valuasi Terdiskon, Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Menarik

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kontribusi pasien swasta terus meningkat dan mulai mengimbangi tekanan yang masih muncul dari kebijakan rujukan BPJS.

Valuasi Terdiskon, Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Menarik. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Prospek sektor rumah sakit dinilai masih menjanjikan pada 2026 seiring meningkatnya jumlah pasien, bertambahnya kasus medis yang lebih kompleks, serta semakin luasnya pengembangan layanan unggulan atau Center of Excellence (CoE) oleh operator rumah sakit swasta.

Analis Bahana Sekuritas Arvin Lienardi dalam riset yang terbit pada 5 Juni 2026 menilai peningkatan kompleksitas layanan kesehatan menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan pendapatan industri.

Baca Juga:
Gihon (GHON) Tetapkan Dividen Rp178 per Saham, Yield Tembus Dua Digit

Di saat yang sama, kontribusi pasien swasta terus meningkat dan mulai mengimbangi tekanan yang masih muncul dari kebijakan rujukan BPJS.

Kondisi industri asuransi kesehatan juga menunjukkan perbaikan. Rasio klaim perusahaan asuransi besar turun menjadi sekitar 74 persen pada 2026 dari 76 persen pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Saham Teknologi Rebound

Selain itu, penerapan skema co-payment dinilai berpotensi memperluas penetrasi asuransi kesehatan swasta sekaligus mendukung keberlanjutan industri dalam jangka panjang.

Bahana memperkirakan pendapatan emiten rumah sakit tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, sementara EBITDA diproyeksikan meningkat 9 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan volume pasien dan peningkatan intensitas pendapatan per pasien.

Baca Juga:
Sinyal Rebound Belum Terlihat, Sentimen Negatif Masih Bayangi IHSG

Kinerja industri pada awal tahun juga terbilang solid. Pada kuartal I-2026, seluruh operator rumah sakit besar mencatat pertumbuhan pendapatan positif. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 8 persen, disusul PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebesar 7 persen dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sebesar 5 persen.

HEAL mencatat pertumbuhan volume pasien paling tinggi, didukung ekspansi jaringan rumah sakit dan peningkatan rujukan BPJS. Sementara itu, MIKA mencatat pertumbuhan pendapatan per pasien yang lebih kuat berkat meningkatnya porsi kasus medis kompleks yang ditangani.

Memasuki kuartal II-2026, Bahana memperkirakan tren jumlah pasien masih relatif stabil meski terdapat banyak hari libur. Peningkatan pendapatan per pasien diperkirakan tetap berlanjut di MIKA dan SILO seiring semakin dalamnya penetrasi layanan CoE.

Dari sisi regulasi, Bahana menilai perubahan kebijakan pemerintah tidak akan memberikan gangguan berarti terhadap sektor kesehatan. Beberapa kebijakan baru justru dinilai dapat mendorong adopsi layanan kesehatan yang lebih maju di Indonesia.

Meski demikian, risiko tetap perlu dicermati. Kenaikan harga alat kesehatan, termasuk jarum suntik yang meningkat lebih dari 10 persen, serta kenaikan biaya obat-obatan di atas 5 persen berpotensi menekan margin operasional, terutama pada segmen pasien BPJS.

Dengan prospek pertumbuhan yang tetap terjaga dan risiko regulasi yang relatif terbatas, Bahana Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor kesehatan menjadi overweight dari sebelumnya netral.

“Risiko relatif terbatas di tengah valuasi yang sudah terdiskon dalam,” kata Bahana.

Bahana tetap menjagokan MIKA sebagai pilihan utama berkat potensi pertumbuhan dari transformasi CoE dan pembukaan rumah sakit baru di BSD serta Malang. Selain itu, Bahana juga menaikkan rekomendasi HEAL menjadi buy dari sebelumnya hold. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Subianto Terima Delapan Duta Besar Negara Sahabat
• 17 jam laludisway.id
thumb
Ketua Ombudsman Hery Susanto Resmi Dipecat
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta Gantikan Mauricio Souza
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bea Cukai Ungkap Alur Pelaporan Ekspor Sawit, Batu Bara dan Ferro Alloy ke DSI
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Raffi Ahmad Buka Suara Setelah Namanya Disebut dalam Kasus Korupsi yang Ditangani KPK
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.