jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar Gandung Pardiman mendorong pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai mesin utama menambah devisa negara yang cepat, merata, dan padat karya.
Dia menyebut terobosan ini diperlukan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas.
BACA JUGA: Novita Hardini Kritik Menteri Pariwisata Soal Devisa
"Kalau sektor lainnya (ekspor) harganya goyang, investasi asing menahan diri, maka pariwisata jadi sektor paling cepat memutar uang dan masuk ke kantong rakyat. Satu turis masuk, devisa langsung cair untuk tukang ojek, pedagang pasar, homestay, sampai UMKM, ujar Gandung Pardiman dalam keterangannya pada Senin (8/6/2026).
Untuk diketahui, target devisa Pemerintah 16-17,6 juta wisman di 2026 dengan potensi devisa Rp250-416 triliun. Pada tahun 2025 target tercapai 15 juta wisman.
BACA JUGA: Rupiah Melemah Jadi Peluang Bagi Pariwisata Domestik
Dampak langsung ke UMKM Belanja wisman Langsung masuk ke hotel, restoran, ojek, guide, homestay, dimana event wisata bisa gerakkan 3.500 UMKM + 50.800 tenaga kerja, dan sebagai Penopang neraca jasa, bulan Februari 2026, perjalanan wisman ke Indonesia surplus 0,64 juta dibanding WNI ke luar negeri.
Data tersebut bisa menopang devisa pariwisata nasional.
BACA JUGA: Gandung Pardiman DPR Dukung Terobosan Menteri Maman Soal Pengunaan Bahan Baku Lokal untuk Plastik Kebutuhan UMKM
Melihat situasi gejolak global, Konflik Timur Tengah diproyeksi kurangi 60 ribu wisman & potensi rugi Rp2,04 triliun devisa 2026, Indonesia secara geografis harus bisa melihat peluang tersebut.
Menurutnya, letak negara Indonesia sangat strategis untuk menarik wisatawan asing seperti berkunjung di 5 Destinasi Wisata super prioritas; Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Likupang, dan Labuan Bajo.
Legislator dari Dapil DIY ini mengatakan strategi yang kedua adalah Genjot Wisatawan Nusantara (Wisnus) agar tahan uang di dalam untuk mendukung perputaran ekonomi lokal dan nasional.
Data pada Juli 2025, tercatat perjalanan wisnus sebanyak 100,2 juta, naik 29,72 persen.
Dia mendorong program “Jelajah Indonesia Saja”.
"Kegiatan menarik di sektor Pariwisata sangat digerakkan," ujar Gandung Pardiman.
Dia menyebut Komisi VII siap mengawal anggaran promosi, regulasi safety, dan kebijakan pajak yang pro pariwisata.
"Di saat dolar naik-turun, senyum wisman yang belanja di seluruh destinasi Wisata dan pasar UMKM, itu nilainya pasti dan terasa langsung oleh masyarakat," ujar Gandung Pardiman.(fri/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




