Harapan Damai Israel-Iran Angkat Harga Emas, Abaikan Data Tenaga Kerja AS

idxchannel.com
20 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia bergerak stabil pada Senin (8/6/2026) setelah prospek gencatan senjata antara Israel dan Iran membantu logam mulia tersebut bangkit.

Harapan Damai Israel-Iran Angkat Harga Emas, Abaikan Data Tenaga Kerja AS. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia bergerak stabil pada Senin (8/6/2026) setelah prospek gencatan senjata antara Israel dan Iran membantu logam mulia tersebut bangkit dari level terendah intraday.

Namun, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sehingga membatasi kenaikan harga emas.

Baca Juga:
Valuasi Terdiskon, Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Menarik

Harga emas spot ditutup mendatar di USD4.330,06 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret pada awal sesi perdagangan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan Iran sama-sama menginginkan "gencatan senjata segera" dan negosiasi akhir menuju perdamaian sedang berlangsung.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Saham Teknologi Rebound

"Kami berhasil bangkit dari level terendah di pasar luar negeri setelah muncul kabar bahwa mungkin akan ada gencatan senjata baru antara Iran dan Israel. Berita itu sedikit mengurangi tekanan penurunan harga," kata Wakil Presiden sekaligus Strategis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, seperti dikutip Reuters.

Emas secara tradisional menjadi aset lindung nilai saat terjadi konflik geopolitik.

Baca Juga:
Sinyal Rebound Belum Terlihat, Sentimen Negatif Masih Bayangi IHSG

Namun, kesepakatan damai berpotensi mengurangi risiko inflasi yang dipicu kenaikan harga energi serta menurunkan tekanan terhadap bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan harga emas juga tertahan oleh penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi hampir dua bulan.

Penguatan tersebut terjadi setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 43 persen, naik dari sekitar 14 persen sebulan lalu, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

Investor selanjutnya menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Rabu dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, Citi memangkas target harga emas jangka pendek menjadi USD4.000 per troy ons dari sebelumnya USD4.300 per troy ons.

Revisi tersebut didasarkan pada ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi tahun ini akibat kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6 persen menjadi USD68,22 per ons. Sementara itu, platinum turun 1,6 persen ke USD1.747,76 per ons dan paladium melemah 1,7 persen menjadi USD1.205,73 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Daftar BRImo dari Luar Negeri, Kini Tersedia di 15 Negara
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pemandu Gunung Everest Terjebak Berhari-hari: Makan Cokelat dan Mengunyah Es
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Geram Raffi Ahmad Difitnah, Hotman Paris Pasang Badan, Tantang Debat Terbuka: Bawa Buktimu!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Era Komputer Kuantum Telah Datang, Saatnya Bersiap dari Sekarang
• 22 jam lalukompas.id
thumb
BI Siapkan 4 Cara untuk Dorong Aliran Modal Asing Masuk RI
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.