Seruan Trump Jadi Angin Lalu saat Israel dan Iran Saling Serbu

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Konflik Timur Tengah kembali memanas, saat Israel dan Iran terlibat saling serang usai gencatan senjata di antara keduanya. Langkah ini menentang seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang meminta keduanya menahan diri.

Ledakan terdengar di tiga kota termasuk ibu kota Iran, Teheran, menurut televisi pemerintah Iran. Sementara militer Israel mengatakan telah menyerang target di Iran barat dan tengah.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026), Israel menyebut bahwa serangan rudalnya tersebut merupakan tindakan balasan terhadap serangan Iran pada hari Minggu (7/6) dengan 11 rudal, yang semuanya berhasil dicegat, tanpa korban jiwa.

Sebelumnya, Trump telah berusaha untuk menenangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seiring Israel menuduh Teheran melakukan "kesalahan besar".

"Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid dalam wawancara telepon.

"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," kata Trump seperti yang dilaporkan.

Baca juga: Trump Bicara Gencatan Senjata Usai Perang Panas Lagi, Iran Beri Syarat Ini

Ravid kemudian memposting bahwa seorang pejabat AS mengatakan Trump berbicara dengan Netanyahu, meskipun Gedung Putih dan Trump belum memberikan komentar.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper ikut menyerukan pengendalian diri.

"Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun," tulisnya di media sosial X, seraya menyerukan diplomasi.

Teheran telah bersikeras bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen juga harus menghentikan konflik paralel di Lebanon, di mana Israel sedang melakukan serangan melawan gerakan Hizbullah yang didukung Iran. Teheran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan baru di Beirut, ibu kota Lebanon akan memicu "kembalinya permusuhan skala penuh".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ali Safari mengatakan kepada televisi Al-Mayadeen, bahwa serangan Teheran itu terjadi setelah berminggu-minggu menahan diri terhadap agresi Israel.

Garda Revolusi Iran menyebut serangan itu sebagai "peringatan" setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut sebelumnya. Garda mengancam serangan yang lebih luas jika agresi Israel itu terjadi kembali.




(wnv/wnv)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Media Mozambik Tak Habis Pikir, Dominasi Timnas Indonesia di FIFA Matchday Perpanjang Rekor Buruk Mambas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Menyamar jadi pengunjung, pencuri tanaman langka ditangkap
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Ribuan umat hadiri tabligh akbar 100 tahun Gontor 
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Update Penembakan di Kembru Papua, Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.