Mobil Listrik Bekas Susut Paling Tajam

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan, penyusutan atau depresiasi harga mobil listrik bekas paling tinggi dari jenis mobil nonlistrik. Mobil listrik produksi tahun 2025 setelah setahun pemakaian, rata-rata harga bekasnya turun 26,6 persen. Adapun penurunan harga mobil bensin bekas rata-rata 14,5 persen. Penurunan terkecil adalah mobil hibrida bekas dengan rata-rata 14,1 persen.

Semakin tua usia mobil listrik, depresiasinya juga paling besar. Rata-rata penurunannya mencapai 8,4 persen per tahun. Sementara depresiasi tahunan mobil bensin 4,7 persen dan mobil hibrida 6,1 persen. Sebagai contoh, jika harga baru mobil listrik produksi tahun 2024 Rp 300 juta, apabila dijual pada 2026 harga bekasnya turun 26,6 persen ditambah depresiasi tahunan 8 persen menjadi Rp 196,2 juta.

Baca JugaLima Tahun Pertama, Lebih Hemat dengan Mobil Listrik

Menggunakan hitungan depresiasi di atas, total depresiasi mobil listrik setelah lima tahun pemakaian diproyeksikan mencapai 60,1 persen dari rata-rata harga baru Rp 610,7 juta. Setelah itu disusul mobil bensin yang susut 33,3 persen dari rata-rata harga baru Rp 387,6 juta. Terakhir adalah mobil hibrida yang susut 38,7 persen dari rata-rata harga baru Rp 702,9 juta.

Depresiasi itu diolah dari 18.399 iklan mobil listrik bekas, mobil hibrida bekas, dan mobil bensin bekas untuk mengetahui depresiasi tiga jenis mobil tersebut di pasar mobil bekas. Ribuan iklan itu diperoleh dari hasil pengambilan data menggunakan web scraping laman mobil123.com selama 8-13 April 2026. Data harga mobil bekas yang diambil kurang dari Rp 2 miliar.

Fenomena anjloknya harga mobil listrik bekas mencerminkan bahwa mobil ini masih berada pada fase awal adopsi teknologi dan pasar bekasnya belum terbentuk matang.

Head Operation Fast Automobil, dealer mobil bekas di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rizky (41) mengakui depresiasi mobil listrik sangat besar. ”Kalau dari harga baru mobil listrik paling jatuh. Setelah 2-3 tahun pemakaian, bekasnya 50 hingga 60 persen dari harga baru,” ujar Rizky.

Menurut Rizky, hal itu justru membuat pasar mobil listrik bekas menjadi cukup hidup. Tidak sedikit konsumennya mempertimbangkan membeli mobil listrik bekas karena harganya jauh lebih murah daripada harga baru. Selain lebih terjangkau dengan kondisi seperti baru, mobil listrik yang didapat juga masih memiliki garansi panjang.

Pakar otomotif  Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan, fenomena anjloknya harga mobil listrik bekas mencerminkan bahwa mobil ini masih berada pada fase awal adopsi teknologi saat perubahan teknologi berlangsung cepat dan pasar bekasnya belum terbentuk matang.

Yannes menilai, depresiasi ini dipicu oleh teknologi mobil listrik yang cepat berubah sehingga siklus produknya pendek. Di sisi lain, ada diskon agresif pada unit baru, seperti potongan Rp 100 juta-Rp 150 juta, yang langsung menekan harga unit lama.

Pemicu depresiasi berikutnya adalah harga baterai yang menyumbang 40-50 persen dari harga mobil. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait degradasi sel sehingga di pasar sekunder, harganya terdiskon. Penyebab terakhir karena mobil listrik bekas belum likuid sehingga membuat penurunan harga lebih tajam dari mobil bensin.

Masih lebih untung

Mengingat harga bekasnya yang jatuh, sebagian pemilik mobil listrik memilih menggunakan mobilnya hingga habis masa pakai. Hal ini yang akan dilakukan Pradono (45), warga Yogyakarta yang sudah empat tahun menggunakan mobil listrik. ”Mobil listrik harga jualnya jatuh. Saya dulu beli harga Rp 300 jutaan. Ngapain saya jual, ini masih dalam kondisi baik. Saya akan pakai sampai fungsinya habis,” ucap Pradono.

Baik pembeli maupun pemilik yang menjual mobil listriknya sebenarnya sama-sama untung. Pemilik dealer mobil bekas Dexi Auto di Pademangan, Jakarta Utara, Valen (50), menyebutkan, dalam jangka panjang, penghematan biaya operasional mobil listrik sudah cukup menutupi depresiasi harga yang lebih besar.

”Harga mobil listrik dari tangan pertama turun 20-30 persen. Sementara dalam jangka 1-2 tahun penghematan dari biaya operasionalnya Rp 60 juta-Rp 70 juta. Kemudian kita jual rugi Rp 70 juta-Rp 100 juta, tidak ada artinya seharusnya,” kata Valen.

Baca JugaBengkel Mobil Listrik, Oase di Era Elektrifikasi

Hal serupa terlihat dari olahan data Kompas. Depresiasi mobil listrik setelah lima tahun atau 100.000 kilometer pemakaian, tertutupi oleh penghematannya. Total biaya kepemilikan mobil listrik selama lima tahun Rp 24,4 juta atau setara 4 persen dari rata-rata harga baru. Biaya itu merupakan skenario terhemat yang terdiri dari biaya pengisian daya di rumah dengan diskon tarif PLN, biaya servis rutin dan perbaikan baterai, serta insentif pajak.

Dengan depresiasi 60,1 persen dari harga barunya di tahun kelima, ditambah biaya kepemilikan 4 persen, rata-rata total biaya yang dikeluarkan 64,1 persen dari harga mobil listrik baru. Skenario kedua dengan biaya kepemilikan tanpa insentif pajak, rata-rata total biaya yang dikeluarkan naik menjadi 76 persen dari harga mobil listrik baru. Skenario ketiga jika dilakukan pengisian daya di stasiun pengisian kendaraan listrik untuk umum (SPKLU) dan tanpa insentif pajak, total biayanya 78,8 persen.

Baca JugaLaris Manis, Mobil Listrik Salip Mobil Bensin di Tiga Kategori Penjualan

Total biaya mobil listrik tersebut lebih hemat dibandingkan dengan mobil bensin, kecuali total biaya di skenario ketiga. Total biaya mobil bensin dengan periode waktu yang sama mencapai 76,2 persen dari rata-rata harga mobil bensin baru. Angka ini terdiri dari 33,3 persen depresiasi selama lima tahun dan biaya kepemilikan 42,9 persen dari harga mobil baru bensin.

Sementara total biaya mobil hibrida paling rendah meski rata-rata harga mobil barunya lebih mahal. Total biaya mobil hibrida hanya 57,4 persen dari rata-rata harga mobil baru. Angka ini terdiri dari 38,6 persen depresiasi di tahun kelima dan biaya kepemilikan 18,8 persen.

Masukkan harga baru dan pilihan jenis mobil, serta waktu pemakaian untuk mengetahui total biaya yang keluar dan hilang dari tingkat depresiasi dan biaya kepemilikan

Selektif memilih

Perpindahan mobil bekas dari tangan penjual mobil bekas ke tangan pembeli baru juga berlangsung cepat. Fenomena itu terjadi di dealer mobil listrik bekas Gardar Auto EV milik Jason (29) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

”Paling cepat mobil listrik bekas bertahan dua sampai tiga hari di showroom, kemudian terjual. Ini rata-rata terjadi pada mobil (berkapasitas) kecil dengan harga Rp 200 jutaan yang pasarnya besar. Tapi, mobil dengan harga Rp 400 juta-Rp 500 juta butuh dua hingga tiga minggu,” kata Jason, Sabtu (9/5/2026).

Jason selektif saat membeli mobil listrik dari warga yang menjual mobil di dealernya, salah satunya dengan memperhatikan kesehatan baterai atau state of health (SoH) baterai. Ia hanya akan membeli mobil dengan SoH di atas 95 persen.

Pengecekan baterai mobil dilakukan menyeluruh menggunakan perangkat komputer on-board diagnostics khusus kendaraan listrik yang mampu membaca kondisi sistem elektronik kendaraan. Perangkat itu digunakan untuk memastikan kondisi baterai secara obyektif sebelum kendaraan dibeli dan dipasarkan kembali.

Gardar Auto EV juga bekerja sama dengan jaringan dealer resmi dan pusat layanan beberapa merek kendaraan listrik untuk memverifikasi riwayat servis serta validasi status garansi kendaraan secara langsung. Proses pemeriksaan dan verifikasi berlapis ini dilakukan untuk memastikan setiap unit yang dijual memiliki kondisi yang transparan, rekam jejak yang jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada konsumen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kala Daun Pisang Antarkan Mbah Painah Naik Haji
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
RUU Polri: Masa Jabatan Kompolnas 4 Tahun, Bisa Diperpanjang Sekali
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
108 Solusi Kebijakan Presiden Prabowo Didokumentasikan Lewat Sebuah Buku
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Minyak Naik Tipis setelah Iran-Israel Hentikan Serangan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
West Ham Tetapkan Harga Rp2 Triliun ke MU untuk Mateus Fernandes, Liverpool, Madrid, dan Arsenal Coba Menikung
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.