Raksasa Teknologi Rp 15 Ribu T Ini Mau IPO, Siap Cetak Sejarah Baru

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Foto: OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa kecerdasan buatan OpenAI secara rahasia telah mengajukan penawaran umum perdana atau initial public offering. Langkah ini menyusun rencana debut pasar yang paling dinanti dalam sejarah modern. Keputusan besar tersebut juga berpotensi memberikan keuntungan luar biasa bagi para investor awal mereka.

Mengutip CNN, Selasa (9/6/2026) keputusan ini muncul tepat setelah saingan utama OpenAI yaitu Anthropic mengumumkan rencana melantai di bursa saham. Langkah OpenAI ini juga dilakukan menjelang rencana debut SpaceX pada hari Jumat mendatang.

Tiga pencatatan saham tersebut diperkirakan akan mencetak penjualan masif hingga mencapai ratusan miliar dolar Amerika Serikat. Momen ini menjadi kesempatan besar bagi investor ritel untuk membeli saham beberapa startup AI paling populer. Peristiwa ini juga sekaligus menjadi ujian besar bagi minat pasar terhadap perusahaan AI.


OpenAI menyatakan bahwa pihaknya belum memutuskan waktu pelaksanaan IPO secara pasti. Dokumen pendaftaran tersebut bersifat rahasia sehingga jumlah saham yang akan dijual belum diketahui publik. Kisaran harga saham yang akan ditawarkan oleh pihak perusahaan juga belum terlihat jelas.

"Mungkin butuh waktu beberapa saat karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan tertutup," ujar perusahaan itu.

Baca: Breaking News! Deal Gencatan Senjata, Iran Ultimatum Israel Soal Ini

Namun pihak OpenAI juga menambahkan penjelasan mengenai keuntungan dari pengajuan dokumen rahasia tersebut. Mereka menyebut dokumen ini akan membantu mempercepat proses go public itu.

"Pengajuan ini memberi kami pilihan untuk go public lebih cepat jika itu ternyata menjadi jalan yang terbaik."

Transisi menjadi perusahaan terbuka akan memberikan jendela bagi Wall Street untuk melihat keuangan OpenAI. Hal ini terjadi di tengah langkah perusahaan menggelontorkan miliaran dolar untuk infrastruktur AI dan sumber daya komputasi. Investor sendiri sempat melepas saham teknologi pada minggu lalu karena mereka mempertanyakan apakah kenaikan saham baru-baru ini sudah melangkah terlalu jauh.

OpenAI terakhir kali bernilai US$ 852 miliar atau sekitar Rp 15.336 triliun setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 122ic miliar atau sekitar Rp 2.196 triliun pada bulan Maret. Namun perusahaan kini menghadapi tekanan besar untuk membuktikan kemampuan mereka dalam menghasilkan uang tunai yang sesuai dengan nilai valuasi tersebut.

Direktur Keuangan OpenAI Sarah Friar sempat menarik perhatian publik pada November lalu. Friar melontarkan komentar yang menyarankan agar pemerintah Amerika Serikat memberikan jaminan terhadap pengeluaran besar perusahaan untuk cip dan pusat data. Pernyataan kontroversial tersebut kemudian ditarik kembali oleh dirinya beberapa waktu setelahnya.

OpenAI telah memperluas opsi monetisasi untuk ChatGPT yang merupakan produk chatbot populer dan andalan mereka selama setahun terakhir. Mereka meluncurkan paket yang lebih murah seharga US$ 8 atau sekitar Rp 144.000 serta mulai memperkenalkan iklan. Rencana paket murah ini dilaporkan diharapkan mampu mendorong jumlah pelanggan hingga mencapai 122 juta orang pada tahun ini. Iklan juga diproyeksikan akan menjadi pendorong pendapatan terbesar mereka pada tahun 2030 mendatang menurut laporan The Information pada bulan April.

OpenAI juga berusaha membuktikan bahwa kemampuan perusahaan lebih dari sekadar ChatGPT selama setahun terakhir. Mereka telah merilis peramban web dan mengumumkan rencana untuk mengembangkan produk perangkat keras konsumen. OpenAI juga memperkenalkan agen AI yang dapat membuat kode serta mengelola aplikasi di komputer seseorang. Mereka juga mengembangkan alat dan program AI untuk digunakan dalam bidang pemerintahan serta kesehatan dan keuangan.

OpenAI baru-baru ini memenangkan persidangan setelah gugatan Elon Musk terhadap perusahaan ditolak karena undang-undang pembatasan. Gugatan tersebut jika dimenangkan oleh Musk dapat mengakibatkan perombakan besar-besaran pada kepemimpinan OpenAI tepat sebelum proses IPO berlangsung. Kuasa hukum Musk sendiri menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Meskipun demikian jalan OpenAI menuju IPO tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa hambatan. Perusahaan saat ini sedang berjuang menghadapi persaingan yang semakin ketat dari rival utama mereka yaitu Anthropic dan Google. OpenAI juga menghadapi gugatan hukum yang menuduh ChatGPT berperan dalam kasus penembakan serta tindakan bunuh diri.

Mereka juga harus melawan reaksi negatif konsumen secara umum terhadap teknologi AI. Pada tahun 2023 OpenAI bahkan hampir jatuh ke dalam kekacauan besar setelah CEO Sam Altman digulingkan dalam waktu singkat dari jabatannya.

Valuasi Anthropic sendiri baru-baru ini melonjak melampaui nilai OpenAI melalui putaran pendanaan bulan Mei yang lalu. Putaran pendanaan tersebut membuat nilai Anthropic mencapai US$ 965 miliar atau sekitar Rp 17.370 triliun. Angka fantatis ini mempertegas persaingan sengit yang terjadi di antara kedua perusahaan tersebut. 

Baca: Jutaan Ulat Bulu 'Serang' Jantung Raksasa Eropa, Warga Mulai Frustasi!

(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wendi Cagur Ungkap Cara Bertahan Hidup Saat Ini, Rutin Olahraga dan Berdoa Jadi Kuncinya
• 17 jam lalugrid.id
thumb
KPK tahan Bupati Muara Enim dalam kasus dugaan suap
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
KPK memerinci barang bukti dalam kasus suap Bupati Muara Enim
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kapan FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Mozambik? Catat Jadwalnya
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Foto: Warna-warni Piala Dunia 2026 di Sudut Kota Jayapura
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.