REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan melakukan penutupan 12–14 anak usahanya.
“Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek,” ujar Dony saat ditemui usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2026).
Baca Juga
Danantara Jamin Kepastian Berusaha dalam Pelaksanaan Mandat DSI
Moody's Beri Peringkat Baa2 untuk DIM, Danantara Sebut Tonggak Penting
Jurus BP BUMN dan Danantara Genjot Efektivitas MIND ID
Dony menjamin penutupan anak usaha Telkom tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK), karena para karyawan akan dikonsolidasikan ke anak usaha Telkom lainnya.
“Misalkan seperti fiber optic, itu nanti terkonsolidasi. Ada beberapa perusahaan yang menjadi satu. Ukurannya jadi lebih besar dan karyawannya ikut. Banyak yang dilakukan melalui merger,” ujar Dony.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyepakati pergantian dua anggota dewan komisaris sebagai upaya memperkuat fondasi kepemimpinan dalam mengawal agenda transformasi dan menghadapi dinamika industri digital.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan keputusan yang diambil dalam RUPST mencerminkan komitmen perseroan untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Telkom juga menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp 21,9 triliun untuk tahun buku 2025.
Selain itu, para pemegang saham menyetujui rencana program buyback (pembelian kembali) saham perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp 4 triliun.
Dalam kesempatan terpisah, BP BUMN bersama Danantara menyepakati percepatan proses streamlining (perampingan) Telkom Group dengan memangkas jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 entitas pada akhir 2026 guna memperkuat perannya sebagai strategic holding digital nasional.
Sejumlah program prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan data center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
Melalui transformasi tersebut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin lincah, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia.