Aparat Kepolisian Resor Bogor bergerak cepat mengamankan ratusan ekor anjing pemburu. Tindakan tegas ini diambil setelah seorang bocah berusia sembilan tahun ditemukan tewas mengenaskan akibat serangan hewan tersebut di wilayah Jasinga.
Pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap seluruh hewan yang berhasil diamankan. Langkah medis ini sangat penting dilakukan guna mengantisipasi ancaman penyebaran penyakit menular atau zoonosis di tengah masyarakat.
"Total ada 125 ekor hewan yang masuk dalam objek penanganan," kata Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Wikha Ardilestanto kepada wartawan pada hari Senin tanggal 8 Juni 2026. Sebanyak 109 ekor anjing pemburu saat ini ditemukan dalam kondisi hidup dan sudah berhasil diamankan oleh petugas.
Sementara itu petugas juga menemukan adanya empat ekor anjing yang sudah dalam kondisi mati di sekitar lokasi. Sebanyak 12 ekor anjing lainnya sampai saat ini masih dinyatakan hilang dan sedang dalam proses pencarian intensif.
Pihak Kepolisian Resor Bogor menegaskan bahwa mereka tidak bekerja sendirian dalam menangani kasus berskala besar ini. Aparat kepolisian resmi menjalin sinergi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor untuk melakukan pelacakan secara meluas.
Tim gabungan tersebut fokus melakukan sterilisasi serta pengujian laboratorium terhadap ratusan hewan yang masuk dalam pusaran kasus. Sebanyak 109 ekor anjing yang hidup kini ditempatkan di ruang isolasi khusus untuk mendeteksi potensi penyebaran virus.
"Hari ini kami mengawal langsung pengujian sampel di Puslatfor Bareskrim Polri," sambung Wikha menjelaskan perkembangan penanganan kasus. Proses observasi ketat terus dilakukan secara bersama oleh pihak kepolisian dan tim medis dari dinas terkait.
Upaya pelacakan medis ini bertujuan utama untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi penularan virus rabies. Hasil pengujian laboratorium tersebut dinilai sangat krusial sebagai dasar penentuan langkah penanganan medis lanjutan di lapangan.
Baca Juga: Ayah-Ibu dan Dua Anaknya Ditemukan Tewas di Temanggung, Diduga Keracunan Gas Portable dalam Tenda Glamping
Kasus memilukan ini pertama kali mencuat setelah rekaman video penemuan mayat anak laki-laki viral di berbagai platform media sosial. Korban anak berinisial MAS tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat gigitan kawanan anjing pemburu babi hutan.
Kepala Kepolisian Sektor Jasinga Iptu Agus Hidayat membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat anak kecil tersebut. Korban diketahui diserang oleh kawanan anjing saat sedang melakukan aktivitas memancing di kawasan Desa Sipak Jasinga.





