TABLOIDBINTANG.COM - B. Braun Indonesia resmi menghadirkan teknologi medis pintar Compactplus yang kini diproduksi langsung di Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri alat kesehatan nasional sekaligus mendukung percepatan digitalisasi rumah sakit di Tanah Air.
Melalui fasilitas manufakturnya di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, perusahaan teknologi medis asal Jerman tersebut mulai memproduksi seri Compactplus yang mencakup Infusomat® Compactplus, Infusomat® Compactplus P, dan Perfusor® Compactplus.
Kehadiran produk lokal ini diklaim memiliki standar kualitas yang sama dengan produk B. Braun yang dipasarkan secara global.
Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel, dalam keterangan resminya mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi perusahaan.
Karena itu, transfer teknologi dan penguatan kapasitas produksi lokal terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan modern.
“Indonesia merupakan pasar prioritas bagi B. Braun. Kehadiran Compactplus produksi lokal ini adalah wujud nyata transfer teknologi global kami untuk mendukung digitalisasi rumah sakit di Indonesia,” ujar Rainer.
Dilengkapi Sistem Pintar untuk Kurangi Risiko Kesalahan Obat
Salah satu keunggulan utama Compactplus terletak pada fitur Drug Library yang membantu memastikan pemberian dosis obat lebih akurat melalui sistem digital terintegrasi.
Teknologi ini dirancang untuk membantu meminimalkan risiko medication error yang masih menjadi tantangan di berbagai fasilitas kesehatan.
Perangkat tersebut juga telah terhubung dengan Electronic Medical Record (EMR) melalui platform OneViewPlus. Dengan sistem ini, tenaga medis dapat memantau terapi pasien secara real-time, melakukan dokumentasi otomatis, hingga memperbarui data medis dari jarak jauh tanpa mengganggu pasien.
Tak hanya itu, Compactplus juga dibekali antarmuka pengguna yang intuitif dan panduan visual pada layar guna memudahkan pengoperasian.
Desain tersebut diharapkan dapat mengurangi beban administratif perawat sehingga mereka bisa lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien.
Komitmen terhadap kualitas juga dibuktikan dengan keberhasilan fasilitas manufaktur B. Braun di Cikampek meraih sertifikasi ISO 13485:2016 setelah menjalani audit oleh TÜV SÜD.
"Sertifikasi ini menjadi standar internasional yang menjamin mutu dan keamanan perangkat medis," jelas Rainer.
Saat ini seri Compactplus telah mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 hingga 46 persen, melampaui batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi alat kesehatan berstandar internasional.




