Jakarta, VIVA – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan energi tetap berjalan aman pascagempa 7,7 magnitudo di Filipina Selatan dan wilayah Sulawesi Utara.
Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono mengungkapkan bahwa sesaat setelah gempa terjadi, Pertamina langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat untuk memastikan keselamatan pekerja, mitra kerja, serta keandalan fasilitas operasional.
"Kami terus memantau perkembangan situasi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin pagi (8/6) dan sempat berpotensi menimbulkan tsunami pada sejumlah wilayah Sulut," kata di Bitung, Senin malam. 9 juni 2026.
Dia mengatakan, Sebagai langkah mitigasi, seluruh pekerja dan mitra kerja sempat dikumpulkan di titik kumpul (master point) sesuai prosedur keselamatan.
"Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas operasional. Hasil pengecekan menunjukkan fasilitas utama Integrated Terminal Bitung dalam kondisi aman dan siap mendukung penyaluran energi kepada masyarakat," ujar Arman.
Menurutnya, tim HSSE, Security, dan Reliability Station juga melakukan patroli serta pemeriksaan area fasilitas dan jalur pipa untuk memastikan tidak terdapat dampak sehingga berpengaruh pada aspek keselamatan maupun operasional.
Pertamina juga terus mengantisipasi potensi gempa susulan dengan melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan situasi.
Arman menjelaskan bahwa sebagai langkah antisipatif terhadap potensi tsunami, operasional Fuel Terminal Tahuna untuk sementara dihentikan mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, dan otoritas terkait setempat.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, fasilitas operasional Fuel Terminal Tahuna berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami dampak yang mengganggu keandalan sarana maupun infrastruktur penyaluran energi.
Operasional Fuel Terminal Tahuna akan kembali dijalankan setelah terdapat informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang yang menyatakan kondisi telah aman untuk beroperasi.
Sementara itu, fasilitas operasional Pertamina lainnya di wilayah terdampak seperti Integrated Terminal Bitung, Integrated Terminal Gorontalo, dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan terpantau dalam kondisi aman.





