JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan (9-15 Juni 2026) meskipun kondisi iklim global menunjukkan kecenderungan yang mendukung berkurangnya curah hujan.
Melalui bmkg.go.id, BMKG mengatakan, berbagai faktor atmosfer regional dan lokal diperkirakan masih berperan dalam memicu pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Dari sisi iklim global, indikator El Niño Southern Oscillation (ENSO) masih menunjukkan kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur.
Hal ini ditunjukkan oleh indeks Niño 3.4 yang berada pada angka +0,69 serta nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,3. Kondisi tersebut secara umum mengindikasikan adanya potensi penurunan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Baca Juga: BMKG: Musim Kemarau 2026 Mulai Menguat, Suhu di Sejumlah Wilayah Tembus 35 Derajat Celsius
Meski demikian, BMKG menilai pengaruh faktor atmosfer regional dan lokal masih cukup kuat sehingga peluang hujan tetap terbuka di berbagai wilayah dalam beberapa hari mendatang.
Dalam sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 8 hingga fase 1 atau Western Hemisphere-Africa, sehingga pengaruh langsungnya terhadap wilayah Indonesia relatif kecil.
Namun, sinyal konvektif MJO masih berpotensi bertahan di sebagian wilayah Papua, terutama Papua bagian selatan hingga tengah.
Selain itu, aktivitas Gelombang Kelvin diperkirakan melintasi sebagian wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Selatan.
Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, Kalimantan hingga Jawa.
Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada
Sumber : bmkg.go.id
- bmkg
- hujan
- sepekan ke depan
- dinamika atmosfer
- indonesia





