Ogah Perang Lagi dengan Iran, Trump Ingatkan Netanyahu: Jika Terus Menyerang, Anda akan Diisolasi

republika.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada Senin bahwa ia telah memperingatkan Benjamin Netanyahu jika terus menyerang Iran, maka perdana Menteri Israel itu akan semakin diisolasi dunia. Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah negosiasi damai dengan Iran.

“Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian,’” kata Trump kepada reporter Axios dan kontributor CNN, Barak Ravid.

Baca Juga
  • Trump Hubungi Netanyahu Segera Setelah Israel Diserang, Jangan Balas Serangan Iran
  • Trump-Netanyahu Bertengkar, Pentagon Waspadai Spionase Israel Hingga ke Level Tertinggi
  • Donald Trump Akui Marah ke Netanyahu dan Menyebut Perdana Menteri Israel Itu 'Gila'

Trump mengakui bahwa Israel telat memberitahu Amerika Serikat tentang serangan terhadap Iran pada Ahad. Serangan itu kini telah berhenti, tapi Netanyahu memberi sinyal bahwa operasi militer dapat dilanjutkan.

Sikap Trump yang sedikit berseberangan dengan Israel itu disampaikan di tengah proses negosiasi alot bersama Iran. Trump sepertinya tak ingin gagal lagi dalam mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Trump mengatakan lima negara regional mendesaknya untuk campur tangan dengan Netanyahu menyusul serangan baru-baru ini. “Negara-negara ini sangat prihatin. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami negosiasikan,” kata Trump, tanpa menyebutkan negara mana yang menghubunginya.

Para pejabat Iran, kata Trump, juga menghubunginya. Trump mengatakan bahwa mereka akan berhenti menembak jika Israel mundur.

“Mereka menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi dan meminta kami untuk memberi tahu Israel agar tidak melakukan serangan lagi,” kata Trump kepada Axios.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Berpotensi Menguat ke Kisaran Rp 17 Ribu Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kapuspen soal TNI Masuk Ranah Sipil hingga Tangani Begal: Ada Dasar Hukumnya
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Perantara Suap, Ponakan Bupati Muara Enim Ikut Ditetapkan Tersangka
• 6 jam laludetik.com
thumb
Fokus Agenda Hari Bhayangkara, Korlantas Polri Resmi Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jangan Jadi Penonton Revolusi AI, Saatnya Jadi Pencipta
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.