Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan selusin saham masuk dalam radar pemantauan karena pergerakan saham yang terjadi di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada 8 Juni 2026.
Antara lain adalah saham PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI), PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA), PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT), PT Soechi Lines Tbk. (SOCI), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. (LMAX), PT RMK Energy Tbk. (RMKE), PT First Media Tbk. (KBLV), PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE), dan PT Sentul City Tbk. (BKSL).
Dalam pengumumannya, BEI menyebut KOPI, INET, CBUT, SOCI, LMAX, RMKE, KBLV, RSGK, NINE, dan BKSL kompak mengalami penurunan harga saham di luar kebiasaan. Secara berurutan, dalam sepekan masing-masing terkoreksi, 26,67%, 29,91%, 29,41%, 26,42%, 32,74%, 38,26%, 34,09%, 29,78%, 38,89%, dan 23,29%.
Sementara itu, GRIA, FORU, dianggap mengalami peningkatan harga saham di luar kebiasaan. Kedua itu tercatat melambung masing-masing 23,14% dan 33,93% dalam sepekan terakhir.
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham tersebut, BEI menyampaikan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham itu.
"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," kata manajemen BEI dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/6/2026).
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS; d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Seluruh keterbukaan informasi terkait Emiten dipublikasikan melalui website Bursa (www.idx.co.id).
Seperti diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin melemah lebih dari 4% dan membuat banyak saham longsor. Namun, pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG kembali bertenaga dan sudah menguat 1,5%.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google




