Tabligh Akbar 100 Tahun Pondok Gontor Ponorogo Hadirkan UAS dan Das’ad Latif

beritajatim.com
19 jam lalu
Cover Berita

Ponorogo (beritajatim.com) – Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan Islam.

Lebih dari itu, rangkaian Tabligh Akbar yang menghadirkan Al-Ustadz K.H. Abdul Somad Batubara (UAS) dan Al-Ustadz Dr. H. Das’ad Latif menjadi ajang meneguhkan kembali nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri pondok selama satu abad terakhir.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor, Senin (8/6/2026) malam itu dihadiri alumni, wali santri, simpatisan, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah. Sejumlah dai nasional juga turut mengisi acara, di antaranya Al-Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Al-Ustadz Luqmanulhakim, serta penampilan Alwi Caff dan Muqadam El-Corona.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa peringatan satu abad Gontor bukanlah sebuah perayaan yang berorientasi pada kemeriahan. Menurutnya, momentum tersebut lebih tepat dimaknai sebagai ajang muhasabah dan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui pondok sejak berdiri hingga kini.

“100 tahun bukan perayaan, tapi memperingati, mengingatkan betapa 100 tahun suka duka berjalan, bersyukur dengan baik, apa yang disyukuri, jangan sampai kita lupa,” ungkap Kiai Hasan Abdullah Sahal.

Kiai Sahal menjelaskan nilai-nilai yang telah dibangun para pendiri pondok, harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Tantangan zaman yang terus berubah menuntut generasi muda untuk tetap berpijak pada nilai dasar yang telah terbukti mampu melahirkan kader-kader umat dan bangsa.

“Untuk yang akan datang, generasi yang akan datang, kita katakan dan sampaikan pada semuanya, menegakkan dan menjaga terus nilai-nilai dan maju ke depan menuju kesempurnaan,” katanya.

Menurut Kiai Sahal, estafet perjuangan tidak boleh berhenti pada generasi saat ini. Seluruh keluarga besar Gontor memiliki tanggung jawab untuk meneruskan serta mewariskan semangat perjuangan kepada generasi berikutnya. Hal itu sangat penting agar pondok terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas.

“Kita teruskan dan kita wariskan kepada generasi penerus. Doakan semuanya, anak kita, generasi pejuang. Generasi yang akan datang mudah-mudahan lebih baik dari ini. Ridho Allah Taala,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustadz Das’ad Latif mengaku melihat pengaruh dan penerimaan Gontor yang begitu luas di berbagai daerah. Baginya, salah satu kekuatan terbesar pesantren tersebut adalah kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan Islam.

“Kesan saya Gontor diterima di mana-mana,” ujarnya.

Ustadz Das’ad Latif berharap Gontor tetap mempertahankan identitasnya sebagai pesantren modern yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan karakter tersebut, lulusan Gontor dapat diterima di berbagai lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi umat.

“Harapan saya tetap menjadi pesantren modern yang artinya bisa diterima di mana dan digunakan di mana pun,” tambah Das’ad Latif.

Hal senada disampaikan Ustadz Abdul Somad. Dai nasional yang akrab disapa UAS itu menilai, Gontor merupakan tempat yang telah terbukti melahirkan banyak pribadi baik yang tersebar di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, jika seseorang yang baik saja layak didoakan agar diperbanyak oleh Allah SWT, maka lembaga yang secara konsisten mencetak orang-orang baik, tentu lebih layak lagi untuk terus berkembang dan diperbanyak keberadaannya.

“Kalau ketemu orang baik, semoga Allah memperbanyak orang seperti kamu. Kalau satu orang saja kita minta diperbanyak, apalagi tempat mencetak orang baik,” kata Ustadz Abdul Somad.

Dia menilai sistem pendidikan Gontor telah membentuk karakter santri secara menyeluruh. Mulai dari penguasaan bahasa Arab dan Inggris, penguatan akidah, kemampuan membaca kitab, hingga kepemimpinan dan organisasi yang menjadi bekal penting ketika terjun ke masyarakat.

“Pendidikan bahasa Arab, Inggris, aqidah, baca kitab, leadership, organisasi, semuanya. Allah memperbanyak pondok seperti Pondok Modern Darussalam Gontor, hasilnya bisa dilihat sendiri,” pungkasnya.(end/ted)

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Gudang Pengolahan CPO di Pesawaran Terbakar, Warga Panik Takut Api Merembet ke Permukiman
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Misteri Pembunuhan Janda di Jeneponto Terungkap, Pelaku Ditangkap usai Setahun Buron
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Modus Pemerasan di Imigrasi, Silmy Dibui
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Resmi iPhone Kebagian iOS 27 dan Deretan Fitur Terbarunya
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.