Forum Buruh Dunia, Menaker Yassierli Tegaskan Perubahan Teknologi Tak Boleh Bikin Pekerja Tertinggal

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjabarkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan. Hal itu disampaikannya dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Yassierli menegaskan di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan perubahan dunia kerja yang cepat, pekerja harus tetap memiliki keterampilan, peluang kerja, dan pelindungan yang layak. Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menempatkan penguatan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, dan pelindungan pekerja sebagai agenda penting dalam menghadapi masa depan kerja.

Baca Juga :
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Upah Layak hingga Perlindungan Buruh
Tegas! Said Iqbal Bakal Laporkan Menteri Tak Kerja untuk Buruh ke Prabowo

“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat pelindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” kata Menaker Yassierli, dikutip dari keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.

Dia menegaskan, isu ini penting bagi masyarakat karena perubahan dunia kerja sudah mulai memengaruhi cara orang bekerja, mencari pekerjaan, dan bertahan di pasar kerja. Anak muda membutuhkan pengalaman kerja, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang relevan, sementara pekerja di sektor digital dan sektor berisiko membutuhkan pelindungan yang lebih kuat.

Dalam forum tersebut, Menaker menyampaikan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan keterampilan tenaga kerja masa depan menjadi prioritas nasional. Salah satunya dilakukan melalui Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.

Menaker menyebutkan, Program Pemagangan Nasional telah menjangkau 100.000 peserta pada tahun lalu dan targetnya meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini. Selain itu, Pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta.

“Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan,” ujar Menaker.

Menaker menambahkan, penguatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Dalam pidatonya, ia memaparkan sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, dan proyek hilirisasi, sebagai bagian dari agenda penciptaan jutaan lapangan kerja baru.

Baca Juga :
Istana Ungkap Alasan Said Iqbal Ditunjuk Jadi Penasihat Khusus Presiden
Alasan Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo: Berjuang dari Dalam
Prabowo Lantik Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skema Bagi Hasil Migas di Minerba Dibatalkan, Industri Tambang Bernapas Lega
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat RUU Polri Dibawa ke Paripurna
• 20 jam laludetik.com
thumb
UMI Gelar Konferensi Internasional Bahas Pembangunan Berkelanjutan di Tingkat ASEAN dan Global
• 22 jam laluharianfajar
thumb
DPR Kumpulkan Para Dirut Himbara untuk Memperbaiki Kondisi Saham
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.