Konon Silmy Karim Sempat Berkomunikasi dengan Bos Kampung Rusia

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui adanya informasi bahwa mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (SK) sempat berkomunikasi dengan warga negara Jerman, Andrej Frey.

Andrej merupakan Direktur PT Parq Ubud Partners atau kerap disebut "Kampung Rusia".

BACA JUGA: KPK Ungkap Fakta soal Nama Raffi Ahmad di Sidang Perkara Suap Blueray Cargo

Komisi Pemberantasan Korupsi mengangkut dua mobil mewah setelah menggeledah kediaman mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Namun, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein belum membuka detail informasi ini.

BACA JUGA: Prabowo: Saya Sering Diejek, Enggak Apa-Apa

"Andrej Frey, ya, yang orang Jerman ya? Mungkin saya tidak bisa gambarkan secara detail karena memang ini sudah masuk substansi, tetapi betul ada informasi itu," ujar Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026) malam.

Taufik mengatakan informasi tersebut saat ini sedang dikembangkan penyidik KPK, meliputi kemungkinan terjadinya dugaan pemerasan oleh Silmy dan kawan-kawan kepada Andrej Frey.

BACA JUGA: Momen Kapolri Berseloroh Ingin Jadi Aktivis, Mau Demo Jumhur

"Ini sedang dikembangkan oleh penyidik. Apakah itu juga nanti masuk di modus-modus pemerasan yang dilakukan oleh SK? Itu nanti dikembangkan di penyidikan kami yang sedang berjalan," tuturnya.

Diketahui, pada 24 Januari 2025, Andrej Frey yang juga berstatus sebagai Direktur PT Tommorow Land Development Bali dan Direktur PT Alfa Management Bali telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan dan sawah dilindungi di Ubud, Bali, oleh Polda Bali.

Sementara selama 2–3 Juni 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing. OTT tersebut diketahui merupakan yang ke-11 selama 2026.

Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara, serta sembilan pihak swasta yang berperan sebagai perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen keimigrasian.

Sementara itu, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri dengan mendatangi KPK pada 3 Juni 2026.

Pada 4 Juni 2026, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal WNA selama 2022-2026, yang terjadi di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan berpindah pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Para tersangka diduga meraup Rp 145,5 miliar pada periode tersebut.

Para tersangka tersebut di antaranya adalah Silmy Karim yang sempat menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024, Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi periode 2024–2025 Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra yang sempat menjabat Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian periode 2024–2025, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.

Kemudian, Kepala Subdirektorat pada Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Tessar Bayu Setyaji dan Bagus Bramantyo, Ketua Tim Alih Status ITAS Juniadi Sri Priambudi, serta Staf Subdit Izin Tinggal Gusti Benardiansyah.(ant/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Lama Masih Mandek, KPK Gelar Penyelidikan Gabungan dengan Polri dan Kejagung
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Aksi Satpam di Cileungsi Cosplay Maling Motor di Tempat Kerja Sendiri
• 8 jam laludetik.com
thumb
Bonus untuk Persib Rp 1 Miliar Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Blak-blakan soal Sumber Dana, Siap Buka Daftar Pembeli Sapinya
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Ekonomi Korsel Tumbuh 1,8 Persen pada Kuartal I-2026, Tertinggi dalam 5 Tahun
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Gagal Curi Motor di Masjid, Pelaku Diamankan Warga di Palembang | SAPA SIANG
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.